jejakterkini.online – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia membutuhkan kolaborasi dan gotong royong dari seluruh pihak. Hal itu disampaikan Sjafrie usai rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, anggaran pertahanan terbagi dalam dua fokus, yakni target program yang telah dialokasikan dan target dinamis untuk menghadapi kondisi darurat seperti karhutla maupun gempa bumi. Sjafrie menyebut dukungan anggaran negara diperlukan untuk mempercepat bantuan dalam penanganan bencana.
Terkait target waktu penyelesaian karhutla, ia mengatakan keberhasilannya sangat bergantung pada kekuatan kolektif masyarakat. Ia juga mengimbau para pelaku usaha yang memiliki fasilitas pendukung, seperti alat berat dan helikopter untuk operasi water bombing, agar dapat membantu BNPB dalam upaya pemadaman dan penanggulangan karhutla di lapangan.







