Humas Polrestabes Makassar angkat bicara usai viral dugaan penganiayaan wanita paruh baya asal Bone

Berita64 Views

Jejakterkini.online — Pemberitaan terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang wanita paruh baya di Kota Makassar yang viral di media sosial dan sejumlah portal berita akhirnya mendapat klarifikasi dari berbagai pihak, termasuk kepolisian dan pemerintah setempat.

Anggota Polsek Bontoala berinisial S membantah keras tudingan telah melakukan Pengeroyokan maupun penganiayaan terhadap seorang wanita paruh baya asal Kabupaten Bone berinisial K (56). Tuduhan tersebut sebelumnya disampaikan oleh AR (33), yang mengaku sebagai anak korban.

Menurut penjelasan S, peristiwa itu bermula saat dirinya mendengar adanya keributan di samping rumah tempat tinggalnya, tepatnya di Jalan Rappokalling Raya No. 31, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, sekitar pukul 14.30 WITA.

“Awal mula kejadian sekitar pukul 14.30 WITA ada keributan di samping rumah saya. Kemudian saya mendatangi lokasi, di mana saat itu personel Polsek Tallo sekitar tiga orang sudah berada di dalam rumah guna memediasi keributan tersebut,” ujar S dalam keterangan tertulis yang diterima awak media via WhatsApp, Selasa (16/12/2025).

S menjelaskan, keributan terjadi lantaran K tidak menerima fakta bahwa rumah yang pernah ditempatinya telah dilelang oleh salah satu Bank BUMN sejak tahun 2022.

“Dari hasil mediasi yang dilakukan personel Polsek Tallo tidak berhasil dan perempuan tersebut tetap tidak mau keluar dari rumah,” lanjutnya.

Situasi semakin memanas ketika pemilik rumah yang sah, YSF, yang membeli rumah tersebut melalui proses lelang resmi, meminta bantuan kepolisian untuk menertibkan K karena dinilai membuat keributan di dalam rumahnya.

“Setelah berhasil dikeluarkan dari rumah tersebut, K tetap tidak terima dan kembali membuat keributan di luar rumah. Warga kemudian keluar untuk menenangkan, namun K tetap melakukan perlawanan dan kekerasan kepada siapa pun yang berusaha menghalanginya,” jelas S.

“Bapak Kapolres lihat ini, saya sudah dizolimi, ini penyerobotan,” ucap pria tersebut dalam video sambil menahan tarikan K.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin, turut memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang berkembang.

“Perlu kami luruskan bahwa kepolisian tidak melakukan kekerasan. Anggota hanya memediasi keributan yang terjadi di lokasi,” ujar Wahiduddin melalui pesan WhatsApp, Selasa (16/12/2025).

Terkait adanya dugaan luka lebam sebagaimana disebutkan dalam hasil visum, Wahiduddin menegaskan bahwa hal tersebut belum tentu akibat penganiayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *