jejakterkini.online,Makassar–Pagi yang seharusnya berjalan biasa di halaman SMA Negeri 11 Makassar justru berubah menjadi hari yang dipenuhi tanda tanya. Sejumlah awak media yang datang dengan maksud melakukan konfirmasi harus menunggu dalam waktu yang tidak sebentar—bukan karena jadwal yang padat, melainkan karena pintu yang tetap tertutup.
Di balik pintu ruang Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Makassar, Yuliana, S.Pd., M.Hum, klarifikasi yang dinantikan seolah menggantung di udara
Kedatangan para jurnalis pada hari Kamis (12/3/2026), bukan tanpa alasan. Mereka bermaksud meminta penjelasan langsung terkait sejumlah informasi yang beredar di lingkungan sekolah tersebut—sebuah langkah yang lazim dalam praktik jurnalistik demi memastikan setiap berita tetap berimbang dan terukur.
Namun harapan untuk mendapatkan penjelasan langsung justru berujung pada penantian panjang.
Menurut keterangan salah satu jurnalis yang berada di lokasi, para wartawan telah datang sejak pagi dan menyampaikan maksud kedatangan mereka kepada pihak sekolah. Pada awalnya, mereka diberi informasi bahwa kepala sekolah berada di dalam ruangan.
Akan tetapi, pintu menuju ruangan tersebut justru terkunci dari dalam.
Awalnya kami diberitahu bahwa ibu kepala sekolah ada di dalam. Tapi pintunya terkunci dari dalam,” ujar seorang awak media yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Waktu berjalan perlahan, namun ruang yang diharapkan menjadi tempat klarifikasi tetap tertutup rapat. Penantian yang semula disertai harapan mulai berubah menjadi kebingungan
Beberapa saksi di lingkungan sekolah bahkan mengaku melihat Kepala Sekolah Yuliana beberapa kali keluar melalui pintu samping gedung sekolah, tanpa menemui para wartawan yang telah menunggu di depan ruangannya.
Sudah beberapa kali terlihat keluar lewat pintu samping. Kami bahkan menghitung setidaknya tiga kali beliau keluar dan kembali masuk tanpa menemui media,” ungkap seorang jurnalis lain
Peristiwa tersebut memunculkan beragam spekulasi di kalangan awak media. Pasalnya, berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, pihak kepala sekolah diduga telah mengetahui kehadiran para wartawan yang datang untuk melakukan konfirmasi.
Dalam praktik jurnalistik, konfirmasi merupakan bagian penting dari upaya menjaga akurasi dan keseimbangan pemberitaan. Kehadiran wartawan bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memberi ruang bagi setiap pihak menjelaskan duduk persoalan secara utuh
Terlebih bagi lembaga pendidikan negeri, keterbukaan informasi kerap dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab publik
Justru kami datang untuk meminta klarifikasi langsung. Kalau memang ada penjelasan, tentu kami siap memuatnya agar berita menjadi berimbang,” ujar salah satu wartawan yang menunggu di lokasi
Sementara itu, beberapa staf sekolah yang ditemui di area kantor mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan kepala sekolah belum dapat menemui awak media. Mereka hanya menyampaikan bahwa kepala sekolah sedang memiliki aktivitas di lingkungan sekolah.
Namun hingga berita ini ditulis, Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Makassar, Yuliana, S.Pd., M.Hum, belum memberikan keterangan resmi terkait alasan tidak menemui para wartawan yang telah menunggu cukup lama.
Di lorong sekolah yang biasanya dipenuhi suara langkah siswa, hari itu justru menyisakan satu pertanyaan yang menggema lebih lama dari biasanya:
Mengapa pintu klarifikasi harus tetap tertutup?
Awak media masih menunggu—bukan sekadar jawaban, melainkan kesempatan untuk menuliskan keterangan yang utuh, agar publik memperoleh gambaran yang jernih, tanpa kabut spekulasi. (**)







