JejakTerkini.online |Makassar –Kondisi memprihatinkan terlihat di sejumlah sekolah yang ada di Jl. Abd. Kadir No.29, Balang Baru, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan TIM JejakTerkini.online yang turun langsung ke lapangan menemukan fakta bahwa masih banyak bangunan sekolah yang mengalami kerusakan parah, bahkan terkesan dibiarkan tanpa penanganan serius dari pihak pemerintah.
Di salah satu sekolah dasar yang dikunjungi, terlihat jelas beberapa ruang kelas dengan plafon yang sudah lapuk dan berlubang. Saat hujan turun, air masuk ke dalam ruangan dan mengganggu proses belajar mengajar. Dinding bangunan tampak retak di beberapa bagian, sementara lantai kelas juga sudah tidak layak digunakan karena banyak yang pecah dan berlubang.
Kami sangat khawatir dengan kondisi ini. Anak-anak belajar dalam keadaan tidak aman. Kadang kami takut plafon jatuh saat proses belajar berlangsung,” ujar salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya.
Tidak hanya itu, fasilitas penunjang pendidikan seperti toilet dan ruang perpustakaan juga berada dalam kondisi yang jauh dari kata layak. Toilet sekolah terlihat kotor, rusak, dan tidak memiliki saluran air yang baik. Sementara itu, ruang perpustakaan hampir tidak difungsikan karena kondisi bangunan yang sudah tidak aman untuk digunakan.
Hasil pantauan Jejakterkini.online juga menunjukkan bahwa beberapa bangunan sekolah bahkan sudah lama diusulkan untuk renovasi melalui berbagai jalur administrasi. Namun hingga saat ini, belum ada realisasi perbaikan yang signifikan dari pemerintah daerah maupun pusat
Seorang wali murid mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah kurang serius dalam memperhatikan dunia pendidikan, khususnya terkait infrastruktur sekolah.
Setiap tahun kami dengar ada anggaran pendidikan, tapi kenyataannya sekolah anak kami masih seperti ini. Sangat disayangkan kalau pemerintah tidak benar-benar turun melihat kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Selain membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik, kondisi bangunan yang rusak juga berdampak pada kualitas pembelajaran. Siswa menjadi tidak nyaman saat belajar, bahkan terkadang kegiatan belajar harus dihentikan ketika cuaca buruk karena risiko bangunan yang bisa roboh sewaktu-waktu.
Jejakterkini.online Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa beberapa sekolah tersebut berada di wilayah padat penduduk dengan jumlah siswa yang cukup banyak. Namun ironisnya, perhatian terhadap perbaikan sarana dan prasarana masih sangat minim.
Pengamat pendidikan setempat menilai bahwa kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan serta kurangnya prioritas pemerintah dalam pembangunan infrastruktur pendidikan
Ini bukan sekadar soal bangunan, tapi menyangkut masa depan generasi bangsa. Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka akan berdampak jangka panjang terhadap kualitas pendidikan,” jelasnya.
JejakTerkini.online mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah konkret, mulai dari pendataan ulang kondisi sekolah, percepatan anggaran perbaikan, hingga pengawasan langsung di lapangan agar pembangunan benar-benar tepat sasaran.
Sementara itu, pihak sekolah berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Kami hanya ingin anak-anak bisa belajar dengan tenang tanpa rasa takut. Itu saja,” tutup kepala sekolah dengan nada penuh harap.
JejakTerkini.online akan terus memantau perkembangan kondisi ini dan mengawal upaya perbaikan demi terciptanya lingkungan pendidikan yang layak dan aman bagi seluruh siswa.







