JejakTerkini.online | Makassar –Pria bernama Herman diberhentikan sebagai sementara sebagai juru parkir (jukir) Perumda (PD) Parkir Makassar Raya gegara mematok tarif mobil Rp 20.000 di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Atribut milik oknum jukir itu sudah ditarik.
Sebagai konsekuensinya, kami tarik ID card-nya, kami tarik karcisnya, kemudian kami tarik rompinya,” kata Humas PD Parkir Makassar Raya Asrul kepada Awak Media, Minggu (3/5/2026).
Asrul menjelaskan, oknum jukir itu akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Jukir itu akan dimintai keterangan terkait perbuatannya pada Senin (4/5) besok
Besok kami suruh menghadap di kantor untuk segera dibuatkan pernyataan yang diketahui juga oleh pihak APH (aparat penegak hukum),” tuturnya
Jukir itu selanjutnya akan dievaluasi dalam dua pekan ke depan. Asrul menegaskan jukir itu akan kembali ditugaskan jika dari hasil pemeriksaan sudah memenuhi kriteria.
Kami akan mengevaluasi selama dua minggu kedepan. Kalau dalam jangka waktu dua minggu kemudian jukir yang bersangkutan sudah memenuhi kriteria dan bertugas sesuai SOP kemungkinan akan kami kembalikan (atributnya),” papar Asrul.
Tetapi bila dalam pemantauan tersebut, kembali dia melakukan hal yang sama maka kami secara resmi akan mencabut segala dan menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak lagi sebagai jukir resmi Perumda Parkir,” jelasnya.
Diketahui, aksi Herman mematok tarif parkir mobil Rp 20.000 viral di media sosial. Pengendara mobil sempat adu mulut dengan jukir tersebut di Jalan Pasar Ikan, Kecamatan Ujung Pandang, Minggu (3/5).
Jukir ini beralasan meminta sampai 20.000 kepada pengguna jasa karena pengendara ini sejak pagi hingga siang memarkir kendaraannya di depan Indomaret Pasar Ikan,” tuturnya.
Jukir berdalih pengendara meninggalkan kendaraannya terlalu lama. Pengendara mobil sempat pergi menyeberang pulau sejak pagi dan baru kembali pada siang hari.
Jukir tersebut bertugas di Jalan Pasar Ikan, tepatnya depan Indomaret yang notabene menggunakan parkir tepi jalan umum. Jadi rata-rata memang yang parkir disitu adalah pengunjung yang akan menyeberang ke pulau,” jelas Asrul.







