HMI Korkom UIT Desak Kapolda Sulsel Evaluasi dan Copot Dirresnarkoba Usai Pelaku DPO Bantaeng Meninggal di Tembak

Berita5 Views

jejakterkini.online – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Indonesia Timur (Korkom UIT) Cabang Makassar menyatakan sikap tegas menyikapi meninggalnya seorang DPO kasus narkotika asal Kabupaten Bantaeng dalam proses penanganan aparat Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel).

 

Ketua HMI KORKOM UIT Cabang Makassar, Irwan Abbas Paemba, menilai peristiwa tersebut tidak boleh dianggap persoalan biasa. Kematian seseorang dalam proses penegakan hukum wajib diusut secara transparan dan menyeluruh agar publik memperoleh kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

 

“Kami mendukung pemberantasan narkotika, tetapi pemberantasan narkotika tidak boleh menghilangkan prinsip hukum dan akuntabilitas. Ketika ada seseorang meninggal dalam proses penanganan aparat, maka seluruh rangkaian peristiwa wajib diperiksa secara objektif,” tegas Irwan.

 

Desak Evaluasi Hingga Tingkat Pimpinan

 

HMI Korkom UIT mendesak agar pemeriksaan tidak hanya berhenti pada anggota di lapangan. Pimpinan yang memiliki tanggung jawab komando dan pengawasan terhadap penanganan perkara tersebut juga harus dievaluasi.

 

Sebagai bentuk pertanggungjawaban institusional, HMI Korkom UIT meminta Kapolda Sulsel untuk mengevaluasi dan mencopot Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulsel dari jabatannya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelalaian, pelanggaran prosedur, atau kegagalan pengawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *