jejakterkini.online – Pemerintahan Presiden Donald Trump mendorong sekolah-sekolah di Amerika Serikat menyajikan lebih banyak makanan segar dan mengurangi makanan ultra-proses sebagai bagian dari agenda Make America Healthy Again.
Namun, upaya memperbanyak makanan yang dimasak dari bahan dasar menghadapi tantangan besar karena banyak sekolah belum memiliki dapur, peralatan, tenaga kerja, dan anggaran yang memadai.
Survei School Nutrition Association menunjukkan hanya sekitar 16 persen distrik sekolah yang setiap hari menyajikan setidaknya sebagian makanan yang dimasak dari awal, sementara lebih dari 93 persen mengaku membutuhkan tambahan staf, pelatihan, peralatan, dan infrastruktur.
Pemerintah AS menyiapkan investasi hingga US$70 juta untuk meningkatkan infrastruktur dapur sekolah, sementara Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) mengalokasikan US$30 juta untuk riset mengenai cara meningkatkan kualitas makanan sekolah secara hemat biaya.
Namun, pengelola makanan sekolah menilai kebutuhan di lapangan jauh lebih besar. Salah satunya terlihat di Meriden, Connecticut, yang menghabiskan lebih dari US$300 ribu untuk pembelian, perbaikan, dan pemeliharaan peralatan dalam setahun, sementara pencairan awal hibah peralatan untuk seluruh Connecticut hanya sekitar US$209 ribu.







