Jejakterkini.online — Kolaka Timur sudah dipimpin empat bupati. Padahal Kolaka Timur baru berusia 12 tahun.
Kolaka Timur berpisah dari Kolaka pada 11 Januari 2013 berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2013.
Kolaka Timur berada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Jarak Kolaka Timur dengan Kendari ibu kota Sulawesi Tenggara sekitar 72 Km.
Empat Bupati Kolaka Timur yaitu Toni Herbiansyah, Samsul Bahri, Andi Merya Nur, dan Abdul Azis.
Toni Herbiansyah menjabat Bupati Kolaka Timur pada 2016 – 2021. Toni satu-satunya Bupati Kolaka Timur mampu menuntaskan tugasnya.
Tiga bupati lainnya hanya menjabat beberapa bulan.
Bupati kedua yaitu Samsul Bahri. Namun Samsul Bahri tak menyelesaikan tugasnya sebagai Bupati Koltim. Ia hanya menjabat selama 21 hari.
Samsul Bahri dilantik menjabat Bupati Kolaka Timur pada 26 Februari 2021. Ia meninggal dunia pada 19 Maret 2021.
Samsul Bahri kemudian digantikan Andi Merya Nur kala itu menjabat sebagai Wakil Bupati Koltim. Andi Merya Nur juga tak menyelesaikan masa jabatannya.
Ia dilantik menjabat Bupati Koltim pada 14 Juni 2021, di Aula Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara oleh Gubernur Ali Mazi.
Andi Merya Nur ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah jabatan Bupati Kolaka Timur pada 21 September 2021.
Ia ditangkap terkait dugaan kasus suap dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021.
Bupati keempat Kolaka Timur ialah Abdul Azis. Abdul Azis dilantik menjabat Bupati Kolaka Timur pada 20 Februari 2025.
Ia ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada malam Kamis, 7 Agustus 2025, di Makassar, Sulawesi Selatan.
Lulusan Universitas Sulawesi Tenggara kini ditahan 20 hari sejak 8 hingga 27 Agustus 2025 di Rutan cabang KPK Gedung Merah Putih.
Dua bupati terakhir diciduk KPK Andi Merya Nur dan Abdul Azis sama-sama berasal dari Sulsel.
Andi Merya Nur kelahiran Soppeng, Abdul Azis kelahiran Enrekang.
Penerbit : Rosmini Daeng Kebo







