Gereja Toraja Klasis Makassar Tengah sukses menggelar Sidang IV yang berlangsung selama dua hari, 4-5 September 2025, di Jemaat Silo Campagaya. Sidang ini menjadi forum penting bagi gereja untuk membahas berbagai isu strategis, mengevaluasi program kerja, serta merumuskan langkah-langkah pengembangan pelayanan gereja ke depan.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk perwakilan Walikota Makassar dari Kesbangpol Kota Makassar, Fathur Rahim, anggota DPRD Kota Makassar Mesakh, Ibu Nielma Palamba SH, M.AP, Pdt. Yuliana Abadi Samperura, Pdt. Calfein Remsi M.Th, Pdt. Yosama M.Th, Pdt. Sumarli Pakanan M.Th, serta seluruh panitia pelaksana kegiatan.
Menurut Pdt. Sukarto Tanggo Gadang S.Th, tujuan utama dari Sidang Klasis ini adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi Sidang Sinode Am Gereja Toraja pada tahun 2026 di Luwuk. Sidang Sinode Am tersebut akan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Klasis Gereja Toraja di Indonesia, bahkan dari Kuala Lumpur, untuk merumuskan visi dan misi gereja Toraja untuk lima tahun mendatang.

Secara khusus, kami dari 10 jemaat di Klasis Makassar Tengah berupaya mengumpulkan dan merampungkan unsur-unsur yang akan dibawa ke Sidang Sinode Am nanti,” ujar Pdt. Sukarto.
Sidang Klasis ini diadakan setiap dua setengah tahun, atau satu tahun sebelum Sidang Sinode Am. Peserta sidang terdiri dari perwakilan jemaat-jemaat yang berada di wilayah Klasis Makassar Tengah, mulai dari Simpuran hingga Teluk Bayur. Setiap jemaat mengirimkan maksimal 12 utusan, ditambah perwakilan dari organisasi gereja seperti Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PWGT), Pemuda Gereja Toraja (PGT), Kaum Bapak, dan unsur Sekolah Minggu.

Harapan dan Seruan untuk Kota Makassar Pdt. Sukarto Tanggo Gadang menyampaikan harapannya agar sidang ini berlangsung kondusif dan mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan yang turut mengawal jalannya persidangan. Beliau juga mengajak seluruh warga kota Makassar untuk bersatu dan menjaga kota mereka bersama-sama.
“Kita semua bersaudara dan harus menjaga kesatuan dan keharmonisan. Kita harus menjaga kota Makassar sebagai rumah kita bersama. Kita harus fokus menjaga keamanan dan kedamaian di kota Makassar,” tegasnya.

Menanggapi kasus-kasus yang menimpa kota Makassar belakangan ini, Pdt. Sukarto menyerukan agar semua pihak bersama-sama menjaga kota Makassar, dimulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga dan tempat kerja. Gereja juga mengajak pemerintah dan aparat keamanan untuk berdialog dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga kedamaian dan ketenangan kota.
Dengan pesan yang penuh kasih dan kepedulian, Pdt. Sukarto berharap agar kota Makassar dapat kembali menjadi tempat yang aman, tenang, dan harmonis bagi semua warganya.











