Pesan Bahlil Ke Pembuat Meme Dirinya: Demokrasi Sih Demokrasi, Tapi Harus Tahu Standar Etika

Berita285 Views

Jejakterkini.online — Publik ramai membandingkan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dengan proyek Saudi Landbridge di Arab Saudi setelah muncul klaim bahwa Arab mampu membangun jalur sepanjang 1.300–1.500 kilometer dengan biaya sekitar Rp112 triliun, sementara Whoosh hanya 142 kilometer dengan biaya serupa.

Proyek Saudi Landbridge, bagian dari Saudi Vision 2030, dikelola oleh Saudi Arabia Railways dan bertujuan memperkuat konektivitas logistik antarwilayah dari Jeddah ke Dammam. Nilai proyeknya sekitar US$7 miliar (Rp112 triliun), menjadikannya salah satu infrastruktur transportasi terbesar di Timur Tengah dengan biaya per kilometer jauh lebih efisien dibanding Whoosh.

Sementara itu, proyek Whoosh di Indonesia dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), konsorsium BUMN Indonesia dan perusahaan China, dengan total biaya Rp113 triliun untuk jarak 142,3 kilometer.

Sekitar 75 persen dananya berasal dari pinjaman China Development Bank, sementara sisanya ditanggung BUMN. Meskipun diresmikan sebagai simbol kemajuan transportasi Asia Tenggara, Whoosh masih menyisakan utang dan perdebatan soal efisiensi biaya. Secara fungsi, Landbridge berfokus pada transportasi logistik lintas kota, sedangkan Whoosh melayani penumpang antarkota besar.

Namun, perbandingan langsung keduanya dinilai tidak seimbang karena skala, orientasi, dan model pembiayaan yang berbeda.

Jika mengikuti anggaran dan total jarak seperti Arab Saudi (1500 km), seharusnya Whoosh bisa menempuh Palembang-Jakarta-Surabaya-Denpasar-Lombok, tidak hanya Jakarta-Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *