Uang Rp 33,9 Juta Hilang Gara-Gara Verifikasi Data WhatsApp

Berita160 Views

Jejakterkini.online — Kejahatan siber kembali menelan korban di Kepulauan Selayar, Sulsel.

Seorang warga Kecamatan Bontomatene berinisial PT (60) harus kehilangan uang sebesar Rp33.900.000 setelah menjadi korban penipuan online berkedok verifikasi data melalui pesan WhatsApp.

Kasus ini telah dilaporkan resmi ke Polres Kepulauan Selayar pada Jumat (5/12/2025).

Peristiwa bermula ketika korban dihubungi seseorang via WhatsApp yang mengaku sebagai petugas dari PT Taspen. Pelaku kemudian mengirimkan pesan dan meminta korban mencocokkan berbagai data diri serta akun Gmail.

Karena menemukan adanya data yang tidak sesuai, korban diinstruksikan untuk mengikuti seluruh arahan pelaku untuk perbaikan.

Korban diarahkan membuka peramban Google Chrome dan memasukkan kode verifikasi tertentu. Tak lama setelah instruksi itu dijalankan, ponsel korban tiba-tiba mati total.

Bersamaan dengan itu, ponsel istri korban, SN, menerima notifikasi Gmail yang mengonfirmasi bahwa saldo sebesar Rp33,9 juta telah dipindahkan dari rekening korban ke rekening atas nama Robiyansyah.

Ketika ponsel PT kembali menyala, seluruh datanya sudah hilang dan kembali ke setelan pabrik, menandakan perangkat telah dikuasai pelaku.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Selayar, Iptu Sukarman, menjelaskan bahwa modus penipuan digital seperti ini sering memanfaatkan kelengahan masyarakat dalam menjaga data pribadi.

Pelaku kerap berpura-pura sebagai petugas lembaga resmi untuk mendapatkan akses ke akun dan perangkat korban.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak pernah memberikan data, kode OTP, ataupun mengklik tautan dari nomor yang tidak dikenal. Lembaga resmi, termasuk PT Taspen dan pihak perbankan, tidak pernah meminta data pribadi melalui pesan WhatsApp maupun telepon,” ujar Iptu Sukarman, Sabtu (6/12/2025).

Senada dengan Kasat Reskrim, Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, menekankan pentingnya edukasi dan kewaspadaan masyarakat. Ia mengimbau agar warga tidak mudah percaya pada pesan dari nomor asing.

Kapolres memastikan Polres Kepulauan Selayar akan terus menyelidiki kasus ini, serta meminta masyarakat untuk semakin berhati-hati dan tidak memberikan akses apa pun kepada pihak yang tidak dikenal, guna mencegah jatuhnya korban kejahatan digital serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *