Keluhan Pasien RS Lanto Daeng Pasewang Jeneponto Soal Makanan Diduga Tidak Layak Konsumsi

Jejakterkini.Online Jeneponto — Sejumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang, Kabupaten Jeneponto, mengeluhkan kualitas makanan yang disajikan oleh pihak rumah sakit. Makanan yang diberikan kepada pasien diduga tidak layak konsumsi karena berbau busuk dan rasanya pahit.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 13.30 WITA, di Gedung Lontara lantai 3, ruang perawatan lantai 2, kamar 9, khususnya pada pasien rawat inap bagian salin.

Salah satu pasien mengungkapkan bahwa jadwal pembagian makanan siang hari mengalami keterlambatan dibanding hari-hari sebelumnya. Saat makanan tiba, petugas pelayanan membawa tiga talang dan membagikannya kepada pasien dengan menyebutkan nama masing-masing.

Namun, setelah makanan diterima dan dicicipi, pasien hanya memakan sedikit karena merasa rasanya tidak enak. Makanan tersebut kemudian diberikan kepada penjaga pasien. Saat penjaga mencoba makanan tersebut, diketahui bahwa sumber bau tidak sedap berasal dari tempe yang berwarna hitam dan terasa pahit, sehingga diduga sudah tidak layak dikonsumsi.

“Setelah dimakan penjaga pasien, ternyata tempenya berbau dan sudah hitam. Itu yang membuat kami khawatir,” ujar salah satu penjaga pasien.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh pasien di Bangsal Satu. Mereka mengaku sehari sebelumnya menerima lauk berupa ikan yang diduga sudah basih.

“Kemarin juga ikan yang dibawa baunya sudah tidak enak. Siapa yang mau makan kalau seperti itu,” keluh seorang penjaga pasien lainnya.

Para pasien dan keluarga berharap pihak rumah sakit segera melakukan evaluasi terhadap pengelolaan makanan pasien, termasuk pengawasan kualitas bahan makanan dan proses penyajiannya. Mereka menilai asupan makanan yang layak sangat penting, terutama bagi pasien yang sedang dalam masa pemulihan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Lanto Daeng Pasewang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Diharapkan pihak rumah sakit dapat segera memberikan klarifikasi serta mengambil langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Masyarakat juga berharap adanya pengawasan dari instansi terkait guna memastikan pelayanan kesehatan, termasuk konsumsi pasien, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *