Klarifikasi Sompa: “Saya Dijadikan Kambing Hitam untuk Melindungi Bandar Narkoba”

Jejakterkini.Online MAKASSAR – Nama Sompa mendadak ramai diperbincangkan dalam berbagai kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah Jeneponto.

Merasa namanya terus dicatut dan dirugikan, Sompa akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang diarahkan kepadanya selama ini.

Ia mengaku bahwa namanya sengaja diseret oleh oknum-oknum tertentu sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari bandar narkoba yang sebenarnya.

Meninggalkan Jeneponto Sejak 2020 :

Sompa menjelaskan bahwa dirinya sudah tidak berada di Kabupaten Jeneponto sejak awal tahun 2020.

Keputusannya meninggalkan daerah tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kasus narkoba.

> “Saya atas nama Sompa mengklarifikasi di sini.

Saya meninggalkan Jeneponto pada tanggal 10 Januari tahun 2020 atas kasus PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).

Intinya, ketidakhadiran saya di Jeneponto selama ini adalah karena masalah tersebut, bukan karena kasus narkoba,” tegasnya.

Dugaan Rekayasa dan Kambing Hitam

Terkait namanya yang sering muncul dalam laporan kepolisian atau pengakuan tersangka narkoba, Sompa mengeklaim adanya pemaksaan terhadap saksi atau tersangka lain.

Ia menyebutkan awal mula namanya terseret adalah melalui pernyataan adiknya sendiri yang berinisial An alias T.

“Demi Allah SWT, saya tidak pernah melakukan atau memberikan barang haram tersebut kepada adik saya. Adik saya dipaksa untuk menyebut nama saya saat itu,” ungkap Sompa.

Ia merasa pola ini terus berlanjut setiap kali ada penangkapan kasus narkoba baru di Jeneponto. Nama saya diduga sengaja digunakan sebagai “tumbal” untuk menyelamatkan sosok bandar besar yang asli.

“Setiap ada orang ditangkap, nama saya terus disebut. Saya dijadikan korban untuk menyelamatkan nama bandar yang sebenarnya dari orang yang ditangkap tersebut,” lanjutnya.

Keinginan untuk Membersihkan Nama

Sompa menyatakan bahwa jika saja dirinya tidak sedang terjerat permasalahan hukum lain (PPA), ia sebenarnya ingin segera muncul ke publik dan pihak berwajib untuk memberikan keterangan secara langsung.

“Andaikan waktu itu saya tidak punya masalah dengan PPA, saya sebenarnya mau muncul untuk membersihkan nama saya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Sompa berharap masyarakat dan pihak penegak hukum tidak serta-merta percaya pada pengakuan sepihak yang menyudutkan dirinya tanpa bukti yang kuat.

“Saya terus dijadikan korban untuk menyelamatkan nama bandar besar dari orang-orang yang ditangkap tersebut,” tambahnya.

Penutup Klarifikasi ;

Sompa berharap melalui klarifikasi ini, pihak kepolisian dan masyarakat tidak langsung percaya pada nyanyian para pelaku yang tertangkap.

Ia meminta agar penegakan hukum dilakukan secara objektif berdasarkan bukti, bukan sekadar penunjukan nama yang tidak berdasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *