Dugaan tindakan asusila oknum kepala dusun di Maros memanas, korban masih syok dan terima pesan intimidasi

Berita8 Views

jejakterkini.online – Kasus dugaan tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh seorang kepala dusun di Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, terus memanas dan menjadi sorotan publik. Kondisi korban berinisial J hingga saat ini masih memprihatinkan, sementara keluarga juga mengungkapkan adanya upaya intimidasi dan tuduhan yang tidak berdasar yang dialami korban melalui pesan singkat.

Suami korban dalam keterangannya kepada media menyatakan bahwa pasca kejadian, istrinya sering terlihat melamun, matanya sering memerah karena menahan tangis, dan diduga masih mengalami syok berat akibat peristiwa yang dialaminya.

“Saya sangat khawatir dengan kondisi istrinya, dia sulit berbicara dan sering terlihat tertekan,” ungkapnya.

Selain kondisi fisik dan mental yang memburuk, suami korban juga mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini istrinya sering menerima panggilan dan pesan dari nomor yang tidak dikenal melalui aplikasi WhatsApp. Menurutnya, pesan-pesan tersebut berisi intimidasi dan bahkan memojokkan korban.

“Ada yang menulis ‘memang kau perempuan gatal’, ada juga yang mengatakan ‘ini aib kita’. Tapi anehnya, sebagian pesan itu kemudian dicabut kembali oleh pengirimnya,” tambahnya.

Sebelumnya, peristiwa ini dilaporkan bermula saat korban hendak mengurus administrasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Terduga pelaku yang menjabat sebagai kepala dusun menawarkan bantuan, namun situasi berubah menjadi tidak menyenangkan saat perjalanan pulang.

Korban berhasil melarikan diri dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Maros pada 17 April lalu. Terduga pelaku berpotensi dijerat dengan Pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, serta Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Hingga berita ini ditayangkan, awak media telah berusaha menghubungi terduga pelaku untuk meminta tanggapan, termasuk terkait pernyataan bahwa korban saat kejadian sedang berhalangan atau haid. Namun, hingga saat ini belum ada jawaban atau penjelasan yang diterima dari pihak terduga pelaku.

Keluarga korban menuntut agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan secara tuntas dan adil. Mereka juga berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa, terutama yang melibatkan oknum aparat yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *