jejakterkini.online – Nama Andi Sudirman Sulaiman (ASS) telah menjadi fenomena tersendiri dalam peta politik nasional. Lahir pada 25 September 1983, pria asal Bone ini tercatat sebagai Gubernur termuda di Indonesia saat dilantik pada usia 38 tahun. Kini, ia kembali mengemban amanah masyarakat untuk memimpin Sulawesi Selatan periode 2025–2030.
Perjalanan karier politiknya dimulai saat ia mendampingi Nurdin Abdullah sebagai Wakil Gubernur pada Pilgub 2018. Namun, garis tangan membawanya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) pada awal 2021, hingga akhirnya resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur definitif pada 10 Maret 2022.
Garis Keturunan dan Latar Belakang Keluarga
Tumbuh di Dusun Bakunge, Desa Mappesangka, Kabupaten Bone, Andi Sudirman adalah anak ke-11 dari 12 bersaudara. Ia lahir dari keluarga yang menjunjung tinggi disiplin dan kesederhanaan; ayahnya adalah seorang anggota TNI sekaligus petani, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.
Darah kepemimpinan Sudirman rupanya mengalir dari silsilah yang kuat. Ia merupakan keturunan dari Raja Bone ke-23, La Tenri Tappu (Sultan Ahmad Saleh), melalui jalur La Pawawoi Arung Sumaling. Selain itu, ia juga merupakan adik kandung dari Andi Amran Sulaiman, sosok yang menjabat sebagai Menteri Pertanian dalam dua periode pemerintahan berbeda.
Rekam Jejak Pendidikan dan Karier Profesional
Andi Sudirman dikenal sebagai sosok yang cerdas dan organisatoris sejak masa sekolah di Bone. Ia tercatat sebagai inisiator berdirinya organisasi ROHIS di sekolahnya, selain aktif memimpin OSIS dan Pramuka.
Kecemerlangannya berlanjut di bangku kuliah. Ia berhasil menamatkan studi di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dalam waktu kurang dari empat tahun. Keahliannya di bidang teknik membuatnya terpilih dalam program bergengsi Thiess Undergraduate Scholarship Program. Beasiswa ikatan dinas ini menjadi pintu gerbang karier profesionalnya di perusahaan multinasional, PT Thiess Contractors Indonesia, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk terjun total melayani masyarakat di ranah politik.
Visi Berkelanjutan
Setelah menuntaskan masa jabatan transisi (2022–2023) dengan berbagai capaian infrastruktur dan reformasi birokrasi, terpilihnya kembali Sudirman untuk periode 2025–2030 menandakan tingginya kepercayaan publik terhadap visi “Sulsel Maju” yang ia usung.








