Dunia pendidikan di Kabupaten Bone, Sulsel tercoreng ulah oknum kepala sekolah

Berita189 Views

Jejakterkini.online — Oknum berinisial AD, salah satu kepala sekolah dasar di Watampone, diduga memanfaatkan jabatannya meminta guru menyetor uang guna menutupi utang pribadi.

Informasi dihimpun Tribun-Timur.com, Rabu (22/10/2025), menyebutkan hampir setiap bulan guru diminta menyetor uang antara Rp350 ribu hingga Rp650 ribu.

Setoran dilakukan melalui transfer ke rekening pribadi kepala sekolah maupun tunai.

Praktik ini disebut semakin menjadi-jadi saat dana sertifikasi guru cair.

Guru penerima sertifikasi bahkan mengaku dimintai hingga Rp10 juta dengan berbagai alasan.

“Katanya untuk kebutuhan sekolah seperti ATK, wifi, atau iuran sampah, padahal semua itu sudah tertulis jelas dalam anggaran dana BOS,” ujar salah satu guru yang enggan disebut namanya.

Beberapa guru bahkan mengaku harus menggadaikan emas demi memenuhi permintaan tersebut.

Jika tidak dituruti, kepala sekolah disebut mengancam tidak akan menandatangani berkas penting, termasuk dokumen sertifikasi.

Situasi memuncak saat rapat internal guru pada Senin (21/10/2025).

Dalam rekaman beredar, terdengar suara AD memarahi guru karena belum ada yang menyetor uang.

“Uang talangan kalian itu untuk bayar uangnya orang. Uang ‘memmana’ (berbunga) yang saya pinjam. Mau bantu atau tidak, terserah. Tapi janganki salahkan saya kalau tidak mauka juga bantu,” ujar AD dengan nada tinggi.

Guru mencoba menjelaskan kesulitan keuangan justru semakin ditekan.

AD tetap bersikeras agar uang disetor dengan alasan tanggung jawab bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *