Modus Baru Oknum Wartawan: Liputan Jadi Alasan, Amplop Jadi Tujuan

Berita105 Views

JejakTerkini.online |Makassar — Di tengah maraknya kegiatan pemerintahan, kewaspadaan terhadap oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan semakin penting untuk ditingkatkan.

 

Fenomena ‘wartawan bodrex’ kembali mencuat, terutama saat momentum kegiatan yang melibatkan banyak pihak dan perhatian publik.

 

Seperti yang terjadi pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Lapangan Karebosi, Sabtu (2/5/2026), oknum terlihat hadir tanpa diketahui asal-usul media resmi.

 

Mereka datang dengan samaran atribut menyerupai jurnalis, seperti membawa kamera dan mengenakan kartu pers, namun diduga tidak memiliki legitimasi maupun sertifikasi resmi sebagai wartawan.

 

Modus yang digunakan pun terbilang klasik. Oknum tersebut memanfaatkan keramaian kegiatan untuk mendekati panitia atau pihak penyelenggara, dengan harapan memperoleh “Amplop” atau imbalan tertentu.

 

Mereka mengaku sebagai wartawan dari media, padahal tidak terdaftar atau tidak memiliki kompetensi yang diakui oleh lembaga resmi seperti Dewan Pers. Dengan tidak memberikan apa-apa, maka cara terbaik untuk mengatasinya.

 

Praktik semacam ini bukan hanya merugikan citra profesi jurnalistik, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi penyelenggara kegiatan, termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi di luar sana.

 

Kehadiran mereka yang tidak diundang, dengan tujuan utama mencari keuntungan pribadi, sering kali mengganggu jalannya kegiatan resmi.

 

Lebih memprihatinkan lagi, oknum tersebut kerap menjual nama profesi wartawan sebagai tameng untuk mendapatkan akses dan keuntungan

 

Padahal, jurnalis profesional sejatinya bekerja berdasarkan kode etik, memiliki identitas yang jelas, serta menjalankan tugas peliputan untuk kepentingan informasi publik, bukan untuk meminta imbalan.

 

Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak, khususnya penyelenggara kegiatan di lingkungan Pemerintah atau instansi swasta, untuk lebih selektif dan waspada dalam menerima kehadiran pihak yang mengaku sebagai wartawan dadakan

 

Verifikasi identitas, media asal, serta legalitas kartu pers menjadi langkah awal yang dapat dilakukan guna mencegah praktik serupa terus berulang.

 

Fenomena oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan untuk kepentingan pribadi kian menjadi perhatian serius.

 

Praktik berkedok liputan, namun berorientasi mencari keuntungan seperti “Amplop”, tidak hanya merusak etika, tetapi juga mencoreng marwah profesi jurnalis.

 

Di berbagai kegiatan resmi pemerintahan, oknum “wartawan bodrex”, kerap muncul tanpa diundang.

 

Mereka kadang – kadang tidak mau pulang kalau tidak dikasih (amplop) dan biasa marah – marah,” kata salah seorang narasumber Disway yang pernah jadi korban saat melihat sejumlah orang yang diduga ‘Wartawan Bodrex’ di Hardiknas Kota Makassar di Lapangan Karebosi.

 

Praktik ini tidak boleh dibiarkan. Perilaku tersebut berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap profesi wartawan yang sejatinya menjunjung tinggi kode etik dan independensi

 

Karena itu, diperlukan ketegasan dari seluruh pihak, terutama penyelenggara kegiatan, untuk tidak memberi ruang bagi oknum yang tidak memiliki legitimasi jelas.

 

Langkah selektif dan verifikasi identitas menjadi penting agar kegiatan tetap berjalan profesional, sekaligus menjaga kehormatan dunia jurnalistik dari praktik-praktik yang menyimpang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *