MBG Maccini Sombala Disorot: Makanan Berulat, Orang Tua Diminta Hapus Unggahan

Berita4 Views

jejakterkini.online – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, menuai sorotan setelah seorang ibu menemukan ulat hidup dalam makanan yang diterima anaknya.

Kasus ini semakin menjadi perhatian karena muncul dugaan adanya permintaan kepada orang tua untuk menghapus unggahan temuan tersebut di media sosial.

Peristiwa itu dialami SCA, orang tua balita penerima manfaat MBG. Pada 12 Mei 2026, ia mengunggah foto makanan berisi nasi, sayur, dan ayam yang ditemukan mengandung ulat hidup saat dipindahkan dari wadah ompreng ke piring anaknya.

Menurut SCA, ulat tersebut masih bergerak saat ditemukan. Unggahan itu dibuat sebagai bentuk laporan dan kekhawatiran terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak penerima program.

Dua hari kemudian, SCA mengaku mendapat permintaan untuk menghapus unggahan tersebut.

Dugaan itu diperkuat oleh tangkapan layar percakapan WhatsApp yang beredar, yang menunjukkan adanya pesan kepada Ketua RW 04 agar menyampaikan kepada SCA untuk menurunkan postingan terkait temuan ulat pada makanan MBG.

 

 

Dalam percakapan lanjutan, SCA mengonfirmasi bahwa unggahan tersebut telah dihapus.

Sejak kejadian itu, ia mengaku tidak lagi mengambil jatah MBG untuk anaknya karena khawatir terhadap keamanan makanan yang diberikan.

 

 

Saat dikonfirmasi pada 11 Juni 2026, Penanggung Jawab Pembagian MBG di wilayah tersebut, berinisial TT, membenarkan adanya temuan ulat namun menyebut kejadian itu merupakan kelalaian pekerja di lapangan.

 

 

“Itu kesalahan pekerjanya, bukan pengelola pembagian MBG. Pihak pengelola bisa menegur atau memecat kalau ada kesalahan pekerjanya,” ujarnya.

 

 

Namun, pernyataan TT menuai kritik karena dinilai tidak menjawab substansi persoalan terkait standar keamanan pangan. TT juga menyinggung adanya pihak yang disebut memanfaatkan kasus tersebut untuk kepentingan tertentu.

Sejumlah wartawan kemudian melakukan upaya verifikasi ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan CPI Makassar pada 11 Juni 2026. Namun, tidak ada pihak yang bersedia memberikan keterangan.

Sejumlah pegawai yang ditemui juga mengaku tidak mengetahui identitas maupun kontak penanggung jawab dapur untuk keperluan konfirmasi.

Kasus ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan mutu makanan dalam program MBG, terutama karena penerima manfaatnya adalah balita yang rentan terhadap risiko kesehatan.

Selain itu, dugaan permintaan penghapusan unggahan warga dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan dan pengawasan publik terhadap layanan pemerintah.

Masyarakat mendesak instansi terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan, segera melakukan audit serta investigasi menyeluruh guna memastikan keamanan makanan bagi seluruh penerima manfaat program MBG.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG maupun pengelola MBG terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab kontaminasi makanan maupun dugaan permintaan penghapusan unggahan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *