Terima Upeti? Rekaman Oknum Kapolsek Soeta Diduga Ancam Blokir SKCK dan Intervensi Eks Karyawan PT JBL Makassar

Berita32 Views

jejakterkini.online – Rekaman percakapan berdurasi sekitar 13 menit 40 detik yang diduga melibatkan oknum Kapolsek Kawasan Soekarno-Hatta (Soeta) Makassar, Iptu Pramawi Nicolas Huliselan sapaan akrab Nico, bersama mantan karyawan PT Jasa Berdikari Logistic (JBL) Makassar, kini viral dan mengguncang ruang publik Sulawesi Selatan (Sulsel)

Isi percakapan yang beredar terbatas itu sontak memantik sorotan serius karena memuat dugaan ancaman pemblokiran Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), intervensi terhadap hak pekerja, hingga isu dugaan “upeti” rutin dari perusahaan kepada oknum tertentu.

Mantan karyawan yang diketahui berinisial AWD alias Aditya itu sebelumnya bekerja di PT JBL yang berkantor di Kawasan Industri Makassar (KIMA). Ia mulai bekerja sejak 1 Mei 2020 dan terakhir tercatat aktif pada 16 Juni 2026 dengan jabatan Chief Operasional.

Dalam rekaman yang diterima matanusantara.co.id, terdengar suara pria yang diduga merupakan aparat kepolisian meminta Aditya mencabut kuasa dari serikat pekerja yang sebelumnya melayangkan somasi kepada perusahaan terkait hak ketenagakerjaan.

“Kau cabut itu kuasamu,” kata Iptu Nico terdengar dalam rekaman, dikutip media ini, Selasa (30/06)

Tidak berhenti di situ, publik juga menyoroti ucapan bernada ancaman yang dikaitkan dengan pengurusan SKCK.

“Saya blokir nanti kau punya NIK. Kau tidak bisa bikin SKCK,”ancam oknum Kapolsek tersebut.

Pernyataan itu langsung memicu reaksi publik karena dinilai berpotensi mengarah pada dugaan intimidasi serta penyalahgunaan pengaruh jabatan apabila benar dilakukan oleh aparat aktif.

Dalam percakapan tersebut, Aditya mengaku dirinya hanya memperjuangkan hak sebagai pekerja setelah diminta mundur dari perusahaan akibat persoalan pribadi dengan seorang perempuan bernama Chelsea.

“Saya cuma mau hakku, Pak. Kalau memang saya ndak mau dipakai,” kata Aditya.»

Namun suara pria dalam rekaman menyebut persoalan itu telah menjadi “aib perusahaan” dan berdampak terhadap dirinya karena memiliki hubungan dekat dengan internal JBL.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *