jejakterkini.online – Sikap TNI setelah Polri mengusut kasus dugaan korupsi batu bara penyebab black out di Sumatera menjadi sorotan.
Presiden Prabowo Subianto didesak segera memerintahkan penarikan seluruh personel TNI dari segala bentuk keterlibatan melindungi seseorang yang diduga terlibat korupsi.
Seperti diketahui sejumlah aparat TNI menjaga rumah jaksa saat Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi batu bara.
Selain itu, sejumlah personel yang diduga merupakan anggota TNI juga dilaporkan mendatangi Polda Metro Jaya setelah polisi mengamankan barang bukti 74 kg emas hingga miliaran uang tunai.
Atas hal itu Presiden Prabowo didesak segera memerintahkan investigasi menyeluruh terhadap dugaan pengerahan personel TNI ke Polda Metro Jaya.
Desakan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Nasional SETARA Institute Hendardi pada Jumat (10/7).
Menurut Hendardi, penjagaan rumah seseorang yang diduga terlibat korupsi merupakan bentuk pengkhianatan negara.
Ia menilai negara tidak boleh membiarkan institusi penegak hukum saling melindungi, apalagi dipakai sebagai tameng dugaan korupsi.
Sementara itu Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mengakui rumah mewah di Sentul yang digeledah polisi adalah miliknya.
Namun Febrie membantah dirinya terlibat dalam kasus korupsi batu bara penyebab black out di Sumatera.
Febrie mengatakan puluhan kilogram emas batangan dan uang ratusan miliar rupiah yang ditemukan polisi itu memiliki pemilik.
Namun Febrie tidak menjelaskan secara rinci siapa sosok pemilik emas dan uang tersebut.







