jejakterkini.online – Sebanyak 8 siswa di SDN 85 Kota Parepare, Sulsel, harus belajar di ruang musala dan belum memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) selama satu tahun terakhir.
Kondisi ini terjadi setelah para orang tua murid dituding memaksakan anak mereka tetap masuk sekolah padahal kuota pendaftaran sudah penuh.
“Sebenarnya sekolah tidak ada mi kewenangannya. Kan sudah (full) kuota penerimaan sekian sudah diumumkan, tapi dia (orang tua siswa) ngotot terus,” ujar Kepala SDN 85 Parepare, Bastian.
Bastian menuturkan para orang tua siswa sempat berulang kali mengadu ke DPRD dan Dinas Pendidikan (Disdik) Parepare agar anaknya bisa ditampung.
Pihak sekolah akhirnya menampung mereka di musala sembari menunggu proses pengusulan ke Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP).
“Tadinya 11, tapi sudah tinggal 8 memang. Dia ambil langkah untuk cari sekolah yang bisa mendapatkan NISN, langsung berpindah. Yang sisa 8 ini masih di sekolah,” bebernya.
Bastian tak menampik tidak adanya NISN berisiko fatal bagi masa depan 8 murid tersisa tersebut. Selain tidak menerima kucuran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), mereka juga terancam tak bisa mengikuti ujian.







