Modal Miliaran Bangun Dapur MBG, Kini Pemilik SPPG Banyak yang Terlilit Utang

Berita8 Views

jejakterkini.online – Sejumlah pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengaku menghadapi tekanan keuangan setelah menggelontorkan dana besar untuk membangun dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak sedikit di antara mereka yang mengaku menggunakan dana pinjaman bank hingga utang kepada kerabat dan investor dengan harapan dapur segera beroperasi dan memperoleh pengembalian modal.

 

Keluhan tersebut disampaikan oleh sejumlah mitra dan investor MBG di berbagai daerah. Mereka menyebut biaya pembangunan satu dapur SPPG dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung kapasitas, bangunan, peralatan dapur, kendaraan operasional, hingga pemenuhan standar yang ditetapkan. Namun, sebagian dapur belum dapat beroperasi karena masih menunggu proses verifikasi, penetapan sebagai mitra, atau terdampak kebijakan moratorium pembukaan SPPG baru.

 

Kondisi itu membuat beban para pemilik SPPG semakin berat. Selain harus membayar cicilan pinjaman, mereka juga tetap menanggung biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, internet, sewa bangunan, hingga perawatan peralatan dapur yang belum menghasilkan pemasukan. Sejumlah pemilik mengaku khawatir tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran apabila kepastian operasional terus tertunda.

 

Keluhan serupa juga disampaikan dalam aksi yang dilakukan para mitra dan investor MBG. Mereka meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera memberikan kepastian mengenai operasional dapur serta mempercepat proses administrasi dan pembayaran bagi mitra yang telah menjalankan program. Para pemilik berharap investasi yang telah mereka keluarkan tidak berujung menjadi beban utang berkepanjangan.

 

Sementara itu, BGN sebelumnya menyatakan terus melakukan evaluasi dan penataan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah juga menyebut berbagai kendala, termasuk proses verifikasi mitra dan penyelesaian administrasi pembayaran, terus diupayakan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal. Di sisi lain, para pemilik SPPG berharap langkah tersebut segera terealisasi agar dapur yang telah dibangun dengan investasi besar dapat beroperasi dan mampu menutup beban utang yang kini mereka tanggung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *