jejakterkini.online – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur kembali menjadi sorotan. Saat ditanya mengenai penanganan kasus tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengarahkan persoalan kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
“Pak Wagub itu lho koordinator MBG,” kata Khofifah saat ditanya mengenai kasus keracunan MBG di Jawa Timur, sebagaimana diberitakan pada Sabtu (5/9/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Emil memang tercatat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Jawa Timur. Dalam kasus dugaan keracunan MBG di Sidoarjo, Emil bahkan turun langsung meninjau korban dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, pengurus pesantren, serta pihak terkait.
Kasus di Sidoarjo sendiri melibatkan ratusan penerima MBG dari sedikitnya 19 lembaga pendidikan. Emil sebelumnya menyebut para korban memiliki kesamaan, yakni menerima makanan dari SPPG yang sama dan mengonsumsi menu yang sama.
SPPG Kalitengah di Kecamatan Tanggulangin kemudian disuspensi untuk proses pemeriksaan dan penelusuran. Emil juga meminta investigasi tidak berhenti pada pemeriksaan bakteri, tetapi mencari akar persoalan, termasuk kemungkinan masalah bahan baku maupun penerapan standar operasional prosedur dalam pengolahan dan penyajian makanan.
Di tengah meluasnya kasus dugaan keracunan MBG di Jawa Timur, pernyataan Khofifah yang menunjuk Wagub sebagai koordinator MBG memunculkan pertanyaan mengenai pembagian tanggung jawab antara gubernur, wakil gubernur, Satgas MBG, pemerintah daerah, dan Badan Gizi Nasional.
Publik kini menunggu bukan sekadar saling menunjuk siapa yang bertanggung jawab, melainkan langkah konkret pemerintah untuk memastikan kasus serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan penerima manfaat MBG benar-benar menjadi prioritas.







