Jejakterkini.Online Nama Djaka Budi Utama kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai dinamika internal Kementerian Keuangan yang terjadi sebelum Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari jabatan Menteri Keuangan.
Djaka Budi Utama merupakan Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang dilantik pada 23 Mei 2025. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) dan memiliki latar belakang panjang di lingkungan militer serta intelijen.
Namanya mencuat setelah Purbaya melakukan rotasi terhadap ratusan pejabat Kementerian Keuangan pada 10 September 2026. Perombakan tersebut terutama menyasar Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Djaka bersama Dirjen Pajak Bimo Wijayanto kemudian mengusulkan agar sebagian rotasi tersebut ditunda atau dibatalkan. Bimo menyebut terdapat sejumlah nama yang masuk tanpa melalui proses assessment dan talent management sebagaimana mestinya.
Situasi tersebut terjadi hanya beberapa hari sebelum Purbaya dicopot pada 14 September dan digantikan Suahasil Nazara. Sejumlah laporan kemudian mengaitkan dinamika tersebut dengan pergantian Menkeu, tetapi hubungan sebab-akibatnya belum dinyatakan secara resmi.
Djaka sendiri membantah adanya konflik internal dengan Purbaya sebagai penyebab pencopotan. Purbaya juga menyebut pergantian dirinya merupakan hak prerogatif Presiden.
Djaka juga memiliki latar belakang sebagai perwira TNI dan pernah dikaitkan dengan Tim Mawar. Ia kemudian menjalani proses hukum terkait kasus tersebut sebelum melanjutkan kariernya hingga menduduki sejumlah jabatan strategis.







