jejakterkini.online – Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat sorotan.
Sebuah video berdurasi 1 menit 48 detik yang beredar di media sosial, Jumat (18/9/2026) memperlihatkan seorang pria mengenakan jaket merah marun diduga mengganti pelat nomor kendaraan saat sedang mengisi BBM jenis Pertalite.
Dalam video tersebut, pria yang disebut-sebut sebagai pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) itu terlihat membuka pintu belakang mobil Toyota Rush berwarna hitam miliknya.
Ia kemudian mengambil plat nomor DD 1743 XFW dan memasangnya untuk menutup plat nomor DD 888 AC yang sebelumnya terpasang pada bagian belakang kendaraan.
Aksi tersebut diduga dilakukan untuk menyesuaikan plat nomor kendaraan dengan ketentuan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan sistem ganjil-genap.
Sebab, pengisian BBM tersebut terjadi pada tanggal genap. Sementara pelat nomor DD 1743 XFW berakhiran angka ganjil.
Dalam rekaman, pria tersebut tampak mengenakan jaket merah marun serta sabuk pinggang yang identik dengan atribut petugas Dishub.
Yang menjadi sorotan, pergantian pelat nomor itu terlihat dilakukan ketika proses pengisian BBM berlangsung.
Perekam video mengaku ikut mengantre di belakang kendaraan tersebut lantaran melihat plat nomor yang terpasang berakhiran angka genap.
“Jadi kita ikut tommaki dibelakangnya karena dikira genapji, baru STNKnya tidak namunculkangi,” ujar perempuan yang merekam video tersebut.
“Mengantri beginimi yang bahaya, nakasi dua DDnya (platnya),” lanjutnya.
Setelah Toyota Rush tersebut meninggalkan nosel pengisian, pengemudi kendaraan yang berada di belakangnya langsung maju.
Namun, pengemudi itu kemudian mempertanyakan kepada petugas SPBU lantaran plat mobilnya berakhiran angka genap.
“Tidak bisa mentongi dek (mengisi pertalite?)” tanya pengemudi tersebut. (gun/nan)







