Jejakterkini.Online Jakarta, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Dirlantas Polda Sulsel KBP Dr. H. Pria Budi, S.I.K., M.H., M.Han., Ditlantas Polda Sulsel berhasil meraih Juara 2 ICELL Awards 2025 kategori Clearance Rate Kategori 1.
Penghargaan tersebut diterima dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara yang berlangsung di lingkungan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Kamis (24/9/2025).
Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja jajaran Ditlantas Polda Sulsel dalam penanganan perkara lalu lintas, khususnya dalam meningkatkan penyelesaian perkara secara terukur dan terdokumentasi melalui sistem ICELL (Investigation Case Electronic Law Enforcement).
Clearance rate merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat tingkat penyelesaian perkara dibandingkan dengan jumlah perkara yang ditangani dalam periode tertentu. Dalam penanganan perkara lalu lintas, penyelesaian dapat mencakup berbagai tahapan dan mekanisme hukum sesuai ketentuan yang berlaku, antara lain perkara yang telah dinyatakan lengkap, penghentian penyidikan sesuai dasar hukum, maupun penyelesaian melalui pendekatan restorative justice dan mekanisme penyelesaian lainnya.

Menurut keterangan Dirlantas Polda Sulsel KBP Dr. H. Pria Budi, penghargaan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai pencapaian institusi, tetapi juga sebagai gambaran kerja jajaran dalam memastikan setiap perkara ditangani secara bertanggung jawab.
Clearance rate tinggi berarti kita tidak membiarkan kasus menggantung. Setiap kecelakaan yang masuk proses hukum, kami pastikan selesai dengan cepat, transparan, dan berkeadilan. Ini soal tanggung jawab moral kepada korban dan keluarga,” tegas Pria Budi.
Pria Budi menjelaskan, pencapaian tersebut ditopang oleh sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan sumber daya manusia, digitalisasi proses penyidikan hingga peningkatan koordinasi lintas sektor.
Dalam aspek penguatan SDM, jajaran penyidik lalu lintas terus didorong mengikuti pelatihan dan pendalaman kemampuan penyelidikan serta penyidikan, termasuk pemahaman terhadap teknik penanganan perkara dan pendekatan restorative justice.
Sementara dalam aspek digitalisasi, optimalisasi aplikasi ICELL digunakan untuk membantu memantau tahapan penanganan perkara secara elektronik. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu jajaran mengetahui perkembangan setiap perkara sekaligus mengidentifikasi apabila terdapat hambatan dalam proses penyidikan.
“Kami tidak ingin masyarakat menunggu berbulan-bulan hanya untuk tahu kasus mereka bagaimana. Dengan ICELL, semua terpantau. Kalau ada hambatan, langsung kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian penting dalam mempercepat proses penanganan perkara. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk kejaksaan, rumah sakit dan instansi lainnya, terutama dalam pemenuhan kelengkapan administrasi serta dokumen yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.

Konsistensi Tingkatkan Kinerja
Raihan Juara 2 ICELL Awards 2025 tersebut menjadi bagian dari upaya Ditlantas Polda Sulsel untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam penanganan perkara lalu lintas.
Sejumlah satuan lalu lintas di wilayah hukum Polda Sulsel sebelumnya juga disebut mencatatkan capaian positif dalam penerapan sistem ICELL. Salah satunya Satlantas Polres Selayar yang berdasarkan bahan keterangan yang disampaikan mencatat capaian penerapan aplikasi ICELL sebesar 92 persen di tingkat Polda Sulsel.
Target Pelayanan Semakin Transparan
Pria Budi menegaskan, penghargaan yang diraih bukan menjadi alasan bagi jajaran Ditlantas Polda Sulsel untuk berhenti berbenah. Sebaliknya, capaian tersebut dijadikan motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ini bukan garis finis. Target kami lebih tinggi: zero backlog kasus, zero komplain pelayanan, dan zero toleransi untuk praktik pungli. Masyarakat Sulsel layak dapat pelayanan prima,” pungkasnya.
Dengan penghargaan tersebut, Ditlantas Polda Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus membangun sistem penanganan perkara lalu lintas yang terukur, transparan dan berorientasi pada kepastian pelayanan kepada masyarakat.
Prestasi di tingkat nasional itu sekaligus menjadi dorongan bagi jajaran lalu lintas di Sulawesi Selatan untuk terus memperkuat kompetensi personel, memanfaatkan teknologi dalam penegakan hukum serta memastikan setiap perkara ditangani sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.





