Jejakterkini.Online Makassar, — Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea (PP-KKT) Jeneponto periode 2026–2031 berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyegaran kepengurusan untuk memperkuat peran KKT dalam menghimpun dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Jeneponto.
Ketua Umum PP-KKT Jeneponto, Dr. H. Alimuddin, SH, MH, dalam sambutannya mengatakan bahwa penyegaran kepengurusan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi, khususnya memasuki periode kepengurusan yang ketiga.
Menurut Alimuddin, KKT pada hakikatnya merupakan wadah untuk menghimpun berbagai aspirasi masyarakat Jeneponto yang berada di berbagai daerah. Organisasi tersebut memiliki semangat yang sama untuk membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi sesama warga Jeneponto.
“KKT sebagai wadah untuk menghimpun aspirasi masyarakat Jeneponto. Pada hakikatnya kita memiliki semangat yang sama,” ujar Alimuddin.
Ia juga menegaskan bahwa KKT harus menjadi tempat bagi warga Jeneponto untuk saling membantu dan mencari solusi ketika menghadapi persoalan.
“Harapan kami, semoga di Rakernas ini dapat dirumuskan gagasan-gagasan yang bagus untuk kemajuan organisasi dan masyarakat Jeneponto,” katanya.
Alimuddin juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus KKT agar lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga. Menurutnya, ketika ada masyarakat yang membutuhkan perhatian organisasi, pengurus harus segera merespons agar tidak muncul perasaan bahwa warga tersebut ditinggalkan.
“Kalau ada permasalahan warga KKT, cepat direspons. Jangan sampai mereka merasa ditinggalkan,” tegasnya.
KKT Bukan Organisasi Politik
Dalam kesempatan tersebut, Alimuddin kembali menegaskan bahwa KKT bukan organisasi politik. Karena itu, ia berharap organisasi tetap menjaga posisi sebagai wadah kekeluargaan dan kebersamaan masyarakat Jeneponto.
Ia juga menyampaikan pesan agar persoalan yang terjadi di Jeneponto sebisa mungkin diselesaikan oleh masyarakat Jeneponto sendiri dengan mengedepankan kebersamaan dan kearifan lokal.
“KKT bukan organisasi politik. Kalau di Jeneponto, jangan dicampuri. Biar orang Jeneponto sendiri yang menyelesaikannya. Tetapi kalau persoalannya terjadi di luar Jeneponto, ayo kita urus bersama secara gotong royong,” ujar Alimuddin.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan pentingnya menjaga KKT sebagai organisasi kekeluargaan yang mengedepankan persatuan, solidaritas, dan semangat gotong royong di antara warga Turatea.
Pelantikan dan Rakernas PP-KKT Jeneponto periode 2026–2031 tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Jeneponto, Dewan Pembina dan Dewan Penasehat DPP KKT, para akademisi, serta seluruh anggota KKT dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus melahirkan berbagai program dan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Jeneponto, baik yang berada di kampung halaman maupun yang berdomisili di berbagai daerah.







