jejakterkini.online – Kota Makassar masih harus menunggu hingga akhir tahun untuk memasuki musim hujan. Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim hujan di ibu kota Sulawesi Selatan itu diperkirakan baru terjadi pada Desember 2026, lebih lambat dibandingkan pola normal.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari pola musim yang berbeda-beda di Sulawesi Selatan. Saat sebagian wilayah mulai beralih menuju periode yang lebih basah, sejumlah daerah lainnya masih berada dalam fase kemarau.
Prakirawan BMKG Sulawesi Selatan, Agus, menyebut musim kemarau di wilayah Sulsel diperkirakan masih berlangsung hingga November. September 2026 juga masih menjadi salah satu periode puncak kemarau di sejumlah daerah.
Analisis BMKG menunjukkan curah hujan relatif rendah masih berpeluang terjadi pada September hingga Oktober. Bahkan, pada November, beberapa wilayah terutama di bagian selatan Sulsel masih berpotensi mencatat curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan.
Untuk Makassar, kondisi tersebut membuat datangnya musim hujan diperkirakan lebih lambat. Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha Pahlawan, mengatakan musim hujan di Makassar diprakirakan mulai pada Desember 2026.
“Untuk Makassar diprakirakan masuk musim hujan di bulan Desember, mundur dari normalnya,” kata Rizky.
Prakiraan tersebut sejalan dengan gambaran BMKG mengenai musim hujan 2026/2027 yang datang secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. BMKG menyebut sebagian besar wilayah Indonesia baru memasuki musim hujan pada November dan Desember, sementara 529 Zona Musim atau 61,08 persen luas daratan Indonesia diprakirakan mengalami awal musim hujan yang lebih lambat dibandingkan rata-rata klimatologis.
Di Sulawesi Selatan, periode kering yang masih berlangsung juga mulai berdampak pada kebutuhan air bersih di sejumlah daerah. Distribusi air dilakukan di beberapa wilayah yang mengalami kekeringan, termasuk Makassar, Bulukumba, Parepare, Wajo dan Maros.
Dengan musim hujan Makassar yang diprakirakan baru dimulai Desember, masyarakat masih perlu menghadapi beberapa pekan periode kering sebelum perubahan musim terjadi.
BMKG sendiri mengingatkan bahwa prakiraan musim dapat diperbarui mengikuti perkembangan kondisi atmosfer dan laut. Karena itu, informasi terbaru dari BMKG tetap menjadi acuan untuk melihat perkembangan musim di masing-masing wilayah.







