5 TAHUN HIDUP DALAM KEBANGGAAN, TERNYATA SUAMI CUMA BRIMOB G4DU~NGAN!

Berita30 Views

jejakterkini.online – Bayangkan hidup bertahun-tahun bersama seseorang yang dipercaya sebagai aparat negara. Di depan keluarga, sang suami bahkan dikenal sebagai anggota Brimob.

 

Namun setelah lima tahun menikah, sebuah kecurigaan justru membuka kenyataan yang membuat rumah tangga itu terguncang.

 

Pria bernama Haerul (30) di Sulawesi Selatan diketahui selama sekitar lima tahun mengaku sebagai anggota Brimob Polda Sulsel, padahal dirinya bukan anggota Polri. Penyamaran itu disebut telah dilakukan sejak 2018.

 

Kecurigaan sang istri akhirnya membongkar semuanya

 

Awalnya, sang istri mulai curiga karena melihat sejumlah kejanggalan. Perilaku suaminya dinilai tidak seperti anggota Polri pada umumnya.

 

Rasa penasaran akhirnya membuat sang istri mendatangi markas Brimob untuk memastikan apakah suaminya benar-benar bertugas sebagai anggota Brimob.

 

Jawaban yang diterimanya justru menjadi titik terbongkarnya penyamaran tersebut.

 

Nama sang suami ternyata tidak tercatat sebagai anggota Brimob.

 

Petugas kemudian melakukan pengecekan dan menemukan bahwa kartu tanda anggota (KTA) yang dimiliki Haerul ternyata p4lsu.

 

Bukan cuma istri yang tertipu

 

Yang membuat kasus ini semakin mengejutkan, penyamaran tersebut disebut tidak hanya berhasil meyakinkan istrinya.

 

Haerul juga sempat dikenal di lingkungan kepolisian setempat. Pemberitaan menyebut ia bahkan beberapa kali berada di lingkungan Polsek dan pernah ikut dalam kegiatan penggerebekan karena diyakini sebagai anggota Brimob.

 

Ia juga memiliki sejumlah perlengkapan yang digunakan untuk meyakinkan orang lain, termasuk KTA Polri palsu. Polisi turut mengamankan sejumlah barang sebagai barang bukti.

Mengapa nekat menyamar?

Menurut keterangan polisi yang diberitakan media, Haerul mengaku melakukan penyamaran agar mendapat pengakuan, disegani, dan ditakuti oleh keluarga istrinya.

 

Jadi, selama bertahun-tahun, identitas sebagai anggota Brimob tersebut ternyata bukanlah kenyataan.

 

Ketika kedoknya terbongkar, Haerul diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh kepolisian. Saat itu polisi juga masih mendalami apakah ada tindak pidana lain yang dilakukan dengan menggunakan identitas p4lsu tersebut.

 

Lima tahun bukan waktu yang sebentar…

 

Lima tahun bukan hanya hitungan angka.

 

Ada kepercayaan yang dibangun.

Ada keluarga yang percaya.

Ada kehidupan rumah tangga yang dijalani.

 

Namun sebuah identitas palsu akhirnya membuat semuanya dipertanyakan.

 

Kisah ini menjadi pengingat bahwa seragam, pangkat, kartu identitas, atau pengakuan seseorang bukanlah jaminan bahwa identitas tersebut benar.

 

Dan bagi orang yang hidup bersama selama bertahun-tahun, mengetahui bahwa orang terdekat menyimpan keboh0ngan besar tentu bukan perkara mudah untuk diterima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *