jejakterkini.online – Mayoritas masyarakat Indonesia mengaku mengalami tekanan psikologis akibat kebijakan pemerintah. Survei Center of Economic and Law Studies (Celios) bersama tim Kabinet Bayangan mencatat 75 persen responden merasa stres terhadap kebijakan pemerintah, sementara 67 persen mengaku stres terhadap perilaku Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara, menyampaikan temuan tersebut saat memaparkan hasil survei secara daring, Ahad (11/10/2026).
“Ini ditanyakan kepada masyarakat umum, 1.142 responden. Jawabannya, 75 persen merasa stres dengan kebijakan pemerintah dan secara spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto,” kata Bhima.
Survei yang melibatkan 1.142 responden masyarakat umum dan 129 responden ahli itu juga menunjukkan beratnya tekanan ekonomi. Sebanyak 82 persen responden menilai pajak dan pungutan pemerintah memberatkan, sedangkan 78 persen mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Sebanyak 53 persen responden menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga mereka memburuk dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, 31 persen menilai kondisinya tidak berubah dan 16 persen menyebut keadaan ekonomi mereka membaik.
“Dampaknya, 53 persen masyarakat menilai kondisi ekonomi rumah tangga dibandingkan setahun lalu adalah lebih buruk,” tutur Bhima.
Kekecewaan masyarakat juga tercermin dalam preferensi politik. Sebanyak 55 persen pemilih Prabowo pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 menyatakan tidak akan memilihnya kembali pada pemilihan presiden mendatang. Hanya 27 persen yang bersedia memilih kembali, sedangkan 19 persen lainnya belum menentukan pilihan.
Peneliti Celios, Wahyu Media Askar, menjelaskan bahwa penelitian tersebut merupakan kelanjutan evaluasi 100 hari dan satu tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran. Ia menegaskan riset dilakukan secara independen tanpa pendanaan dari lembaga donor.
“Dalam konteks tata kelola riset ini, kami tidak dibiayai oleh lembaga atau donor mana pun. Semata-mata ini adalah kontribusi akademik yang kami lakukan untuk mengevaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar Media Askar.
Survei masyarakat umum dilakukan melalui iklan Meta dengan metode non-probability sampling dan pembobotan data, sedangkan kelompok ahli dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Peneliti juga menguji validitas dan reliabilitas instrumen untuk memastikan kelayakan hasil penelitian.
Peneliti Celios, Isnawati Hidayah, menyatakan pengujian menunjukkan instrumen survei dapat diandalkan untuk menjawab tujuan riset. Hasil survei ini menjadi bagian dari evaluasi terhadap kinerja pemerintahan, kondisi ekonomi masyarakat, dan tingkat kepercayaan publik. (AM)







