jejakterkini.online – Aksi tawuran atau perang kelompok menjadi sorotan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dalam beberapa hari terakhir, bentrokan terjadi di sejumlah lokasi dengan pemicu yang beragam.
Dampaknya pun serius. Mulai dari korban jiwa, tawuran yang melibatkan emak-emak, hingga remaja yang diduga diiming-imingi uang Rp 100 ribu untuk ikut menyerang kelompok lawan.
Rentetan kejadian ini memperlihatkan bagaimana perselisihan yang awalnya sepele bisa berkembang menjadi kekerasan berkelompok.
Bahkan, dalam salah satu kasus, persoalan uang Rp 30 ribu disebut menjadi awal perselisihan sebelum meluas menjadi tawuran yang melibatkan sejumlah remaja.
Berikut tiga kasus tawuran di Makassar yang bikin geleng-geleng kepala pekan ini.
1. Tawuran di Pasar Lelong Berujung Maut, Pemuda 22 Tahun
Tewas
Tawuran antarkelompok di depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) atau Pasar Lelong, Kecamatan Mariso Makassar, berujung maut. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026 dini hari.
Seorang pemuda bernama Aril alias Gimpe (22) meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka sabetan senjata tajam.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad
mengatakan bentrokan tersebut melibatkan kelompok Rajawali Kokolo Jia dan Rajawali Rusun. Aril diketahui merupakan anggota kelompok Rajawali Kokolo Jia.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Stella Maris. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.









