BBM di Pertamini Tembus Rp18 Ribu, Antre Pun Kehabisan: Titik Terendah sebagai WNI!

Berita8 Views

jejakterkini.online – Indra (24), warga Daeng Tata, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tak pernah kepikiran akan antre di pom bensin mini atau pertamini.

 

Tapi itulah realitanya. Sejak beberapa waktu terakhir, BBM baik subsidi maupun non subsidi langka di Sulsel.

 

Antrea Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengular hingga berkilometer. Menyebabkan macet horor di sejumlah ruas jalan protokol.

 

Sementara di pertamini, harganya mencapai Rp18 ribu per liter untuk Pertalite. Itu pun harus antre panjang, belum tentu kebagian pula.

 

“Susah sekali dapat bensin kasian,” kata Indra kepada fajar.co.id, Jumat (11/9/2026).

 

Dia sejak dua hari tidak pulang ke rumahnya karena kehabisan bensin. Indra pun terpaksa menginap di rumah temannya di Samata, Gowa.

 

“Berapa kali keluar cari bensin, sambil bawa botol mineral untuk isi motorku yang sudah habis bensinnya dua hari lalu,” ucap bilal.

 

Kemarin malam, Kamis (10/9) dia kembali keliling di Gowa mencari bensin. Sempat antre di pertamini, namun belum tiba gilirannya, stoknya sudah habis.

 

“Bensin eceran dan pertamini saja susah. Mahalnya lagi. Sampai Rp18 ribu,” sambungnya.

 

Kelangkaan ini menyebabkan pekerjaannya terganggu. Padahal, sebagai fotografer lepas dia harus keliling menghampiri pelanggannya untuk berfoto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *