jejakterkini.online – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Bantaeng mengalami lonjakan antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu kepadatan arus lalu lintas di sekitar area SPBU, sehingga Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng turun tangan untuk melakukan pengaturan dan pengamanan.
Personel kepolisian ditempatkan langsung di lokasi-lokasi strategis untuk memastikan antrean berjalan tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Langkah ini diambil guna mengurai kemacetan serta mencegah potensi konflik antar-pengendara akibat saling serobot.
Kapolres Bantaeng AKBP Andi Mayasari Patongai, S.I.K., M.M., melalui Plt. Kasi Humas AKP Andi Aldiansyah, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel gabungan dari Polres maupun Polsek setempat.
“Kalau ada kemacetan, ada personel polisi yang langsung kita taruh di situ. Polsek setempat juga sama, kita taruh di wilayah SPBU untuk melakukan pengaturan,” kata AKP Andi Aldiansyah, Sabtu (12/9/2026).
Selain mengatur kelancaran arus lalu lintas, kehadiran petugas juga bertujuan untuk mengawasi praktik pengisian bahan bakar. Polisi memperketat pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran ketentuan, termasuk larangan penggunaan jeriken untuk menimbun BBM secara ilegal.
“Iya, supaya tidak macet, pasti kita atur. Cuma memang karena banyaknya kendaraan, walaupun sudah kita atur, namanya orang mengantre membeli BBM tentu kita mengatur lalu lintas, cuma karena kepadatan biasanya,” ujarnya.
AKP Andi Aldiansyah mengakui bahwa volume kendaraan yang tinggi membuat kepadatan sulit dihindarkan sepenuhnya. Oleh karena itu, ia meminta kerja sama dari masyarakat. Pengendara diminta untuk tetap sabar, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan tidak memaksakan diri menggunakan jalur lain atau mendahului antrean.
“Keteraturan pengendara sangat membantu petugas dalam menjaga ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas,” pungkas AKP Andi Aldiansyah.







