Kepala SMKN 6 Makassar Diduga Bangunkan Siswa dengan Kaki, Video Viral

Sorotan6 Views

Jejakterkini.online,Makassar–Sebuah video yang diduga memperlihatkan Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Makassar membangunkan dua siswa yang sedang tertidur di dalam kelas menggunakan kaki menjadi viral di berbagai platform media sosial. Rekaman tersebut memicu perhatian luas dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

 

Video berdurasi sekitar 52 detik itu disebut-sebut direkam pada Senin, 13 Juli 2026. Dalam tayangan yang beredar, tampak sejumlah siswa berada di dalam ruang kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Di antara mereka, dua siswa terlihat tertidur di bangku masing-masing.

 

Tak lama kemudian, sosok yang diduga merupakan Kepala SMK Negeri 6 Makassar terlihat mendekati kedua siswa tersebut. Dalam video itu, ia diduga membangunkan keduanya menggunakan kaki. Rekaman tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan publik.

 

Beredarnya video itu memunculkan berbagai respons dari warganet. Sebagian besar mempertanyakan tindakan yang terekam dalam video dan meminta agar pihak berwenang segera melakukan penelusuran secara objektif untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut.

 

Sejumlah komentar di media sosial menilai bahwa apabila peristiwa tersebut benar terjadi sebagaimana yang terlihat dalam rekaman, maka tindakan tersebut dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pendidik yang seharusnya menjunjung tinggi etika, menghormati martabat peserta didik, serta mengedepankan pendekatan edukatif dalam membina siswa.

 

Namun demikian, tidak sedikit pula masyarakat yang mengingatkan agar publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar. Mereka menilai perlu adanya penjelasan resmi mengenai kronologi lengkap kejadian sebelum memberikan penilaian terhadap pihak yang terlibat.

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SMK Negeri 6 Makassar maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan terkait keaslian video, identitas pihak yang terekam, maupun konteks lengkap dari peristiwa tersebut.

 

Karena itu, informasi yang beredar masih memerlukan klarifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut agar fakta yang sebenarnya dapat diketahui secara utuh.

 

Ramainya perhatian publik juga diikuti dengan desakan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera melakukan investigasi secara menyeluruh. Masyarakat berharap proses penelusuran dilakukan secara transparan, profesional, dan berdasarkan ketentuan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang semakin berkembang.

 

Selain itu, sejumlah pemerhati pendidikan berharap hasil pemeriksaan nantinya dapat menjadi dasar evaluasi apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika maupun aturan dalam lingkungan pendidikan. Sebaliknya, apabila informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, maka klarifikasi resmi juga dinilai penting untuk meluruskan informasi yang telah tersebar luas di tengah masyarakat.

 

Dalam perkara seperti ini, asas praduga tak bersalah harus tetap dijunjung tinggi. Setiap pihak memiliki hak untuk memberikan penjelasan dan memperoleh proses pemeriksaan yang objektif sebelum adanya kesimpulan maupun keputusan resmi dari instansi yang berwenang.

 

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga profesionalisme dalam dunia pendidikan, sekaligus mengedepankan penyelesaian setiap persoalan berdasarkan fakta, bukti, dan mekanisme yang berlaku.

 

Publik kini menantikan klarifikasi resmi dari pihak SMK Negeri 6 Makassar maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan agar polemik yang berkembang di media sosial dapat dijelaskan secara utuh berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata berdasarkan potongan video yang viral. Dengan demikian, kepastian hukum, keadilan, dan kepentingan seluruh pihak dapat tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *