Pelaku Penikaman Bebas Mondar Mandir di Depan Polsek Mariso Keluarga Korban Minta Copot Kapolsek

Berita6 Views

jejakterkini.online – Keadilan di wilayah hukum Polsek Mariso, Polrestabes Makassar, benar-benar berada di titik nadir dan dipertanyakan secara radikal oleh publik.

Sudah hampir dua bulan sejak peristiwa berdarah pada Minggu, 19 April 2026 lalu, kasus penganiayaan berat dan penikaman brutal yang menimpa seorang pemuda bernama Arya Munandar Kahar (37) terkesan “melempem” dan jalan di tempat Rabu 10/06/2026

Geram melihat sang pelaku utama masih bebas menghirup udara segar tanpa tersentuh hukum, pihak keluarga korban kini ancaman Siap menggelar aksi massa besar-besaran untuk mengepung Markas Polrestabes Makassar dan Mapolda Sulawesi Selatan, sekaligus memviralkan borok penegakan hukum ini ke tingkat nasional!

Kronologi Berdarah di Jalan Baji Minasa: Korban Dihantam dan Ditikam Badik

Tragedi mengerikan ini terjadi sekitar pukul 03.00 WITA di Jl. Baji Minasa Dua Dalam, Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

Saat itu, korban Arya Munandar sedang berboncengan sepeda motor bersama rekannya, Lk. Dedi. Tiba-tiba, jalan mereka dihadang oleh pelaku Didi yang diduga kuat berada di bawah pengaruh minuman keras (miras).

Tanpa ampun, serangan brutal diluncurkan Kepala korban dipukul dari arah belakang hingga hilang keseimbangan. Secara kejam, pelaku menghujamkan senjata tajam jenis badik ke tubuh korban.

Arya mengalami luka robek serius di bagian dada dan lengan, hingga harus dilarikan ke RS Bhayangkara oleh tetangganya dalam kondisi bersimbah darah dan mengalami trauma berat.

Pihak keluarga langsung bergerak cepat menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mariso pada hari yang sama.

Namun apa daya, hingga detik ini laporan tersebut bak masuk kotak es Pelaku Malahan Mondar-mandir di Depan Polsek dan Anggota Resmob Tutup Mata?

Yang paling menyulut amarah ekstrem keluarga dan memicu tanda tanya besar adalah keberadaan pelaku yang diketahui bernama Didi.

Bukannya bersembunyi atau melarikan diri menjadi buron, Didi justru dilaporkan dengan santai berkeliaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *