jejakterkini.online – Seorang wartawan nyaris menjadi korban begal di kawasan Jalan Pattene, Makassar. Korban yang diketahui bernama Ahmad Ome disebut dihadang oleh tiga pengendara sepeda motor yang masing-masing berboncengan. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (6/8/2026).
Kejadian tersebut bermula saat Ahmad Ome, wartawan Forum Makassar Info, hendak pulang setelah mengunjungi keluarganya di kawasan Pattene. Saat dalam perjalanan, ia tiba-tiba dihadang oleh tiga sepeda motor yang diduga hendak melakukan aksi pembegalan.
Korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan menuju ke kawasan proyek Summarecon. Saat berusaha melarikan diri, korban sempat terjatuh hingga mengalami luka. Namun, ia tetap berusaha menuju pos keamanan proyek untuk meminta pertolongan.
Petugas keamanan proyek Summarecon kemudian membantu korban dan mebawanya ke posko security.
“Sementara korban berada bersama kami di posko security dan Alhamdulillah korban selamat dari aksi pembegalan, kami juga tak biarkan korban pergi sendirian sebelum pihak keluarganya menjemput nya, karna posisi korban disini luka-luka akibat terjatuh saat menyelamatkan diri,” ujar petugas keamanan.
Petugas keamanan juga mengatakan korban memiliki penyakit asma sehingga cukup kesulitan memberikan keterangan saat berada di posko.
Tidak lama kemudian, keluarga korban datang menjemput Ahmad Ome untuk mendapatkan pertolongan dan mengobati luka yang dialaminya.
Pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera melakukan pengawasan dan penindakan di kawasan Jalan Pattene hingga Jalan Insinyur Sutami yang berada di sekitar pinggir tol.
Menurut keluarga, kawasan tersebut dinilai cukup rawan, terutama saat kondisi jalan mulai sepi dan minim pengendara.
“Kami minta kepada pihak kepolisian untuk memberantas para pelaku yang beroperasi di kawasan jalan pattene dan kawasan jalan insinyur sutami pinggir jalan tol, karena kawasan itu kami rasa cukup rawan dari para aksi pembegalan, semoga pihak kepolisian dapat mendengarkan keluhan kami sebagai masyarakat,” harapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti identitas maupun keberadaan para pelaku. Pihak keluarga berharap kejadian tersebut dapat menjadi perhatian aparat agar masyarakat yang melintas di kawasan tersebut merasa lebih aman.












