Kapolres Gowa Yusuf Usman, Menghimbau Masyarakat Agar Perkuat Kesiangaan Dalam Menjaga Hutan Serta Cegah Karhutla

Jejakterkini.Online Gowa, Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak hanya tentang api yang membakar, tetapi juga tentang lingkungan, kesehatan, dan keselamatan masyarakat yang harus dilindungi. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi langkah penting sebelum bencana benar-benar terjadi.

Sebagai bentuk kesiapan tersebut, Polresta Gowa menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka menghadapi potensi Karhutla di wilayah hukum Polresta Gowa, bertempat di lapangan Apel Griya Bhayangkara Polresta Gowa. Kegiatan dipimpin langsung Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA.

Apel ini diikuti PJU Polresta Gowa, para Kapolsek jajaran, Kanit Samapta Polsek jajaran, personel Satsamapta dan Satintelkam Polresta Gowa, serta unsur terkait lainnya dari Kodim 1409/Gowa, Basarnas, BPBD Gowa, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kehutanan dan Satpol PP Gowa.

Tidak sekadar apel, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memastikan seluruh personel dan peralatan benar-benar siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla.

Satu per satu kesiapan personel dan perlengkapan diperiksa. Peralatan yang akan digunakan dalam penanggulangan bencana dipastikan berada dalam kondisi siap operasional.

Dalam amanat Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., yang dibacakan Kapolresta Gowa, seluruh jajaran diingatkan untuk mengedepankan langkah pencegahan.

“Laksanakan deteksi dini, sosialisasi Karhutla, monitoring dan patroli, serta buat posko terpadu,” pesan Kapolda Sulsel.

Kapolresta Gowa menegaskan, kesiapan tidak boleh hanya terlihat saat apel berlangsung. Setiap personel yang bertugas mengawaki peralatan harus memahami fungsi dan mampu memaksimalkan penggunaannya ketika dibutuhkan.

“Personel yang mengawaki peralatan agar betul-betul memaksimalkan penggunaannya. Jangan sampai ketika terjadi bencana kita baru belajar menggunakan peralatan. Semuanya harus siap sejak sekarang,” tegasnya.

Menurut Kapolresta, kecepatan dalam menangani Karhutla sangat ditentukan oleh kemampuan mendeteksi potensi kebakaran sejak awal. Karena itu, patroli, monitoring dan edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi. Penanganan Karhutla bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan kebersamaan seluruh unsur yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam penanggulangan bencana.

“Kita harus hadir sebelum api membesar. Pencegahan adalah langkah terbaik. Ketika semua bergerak bersama, kita dapat meminimalkan risiko dan melindungi masyarakat serta lingkungan,” ujarnya.

Melalui apel gelar pasukan ini, Polresta Gowa menunjukkan komitmennya untuk terus membangun kesiapsiagaan menghadapi Karhutla, sekaligus memastikan bahwa setiap potensi ancaman dapat direspons dengan cepat, tepat dan terkoordinasi.

Sebab, menjaga hutan bukan hanya menjaga pepohonan. Di dalamnya ada udara yang dihirup, sumber kehidupan yang dipertahankan, dan masa depan masyarakat yang harus tetap terlindungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *