SPPG Karanganyar Tarik Seluruh Menu MBG Setelah Petugas Muntah-Muntah

Berita0 Views

jejakterkini.online – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pundungrejo, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, menarik seluruh menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedianya dibagikan kepada penerima manfaat pada Rabu (12/8/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah seorang petugas mengalami muntah-muntah usai mencicipi makanan yang sedang diperiksa. Menu yang dicurigai bermasalah adalah ayam rempah karena ditemukan memiliki bau dan rasa yang berbeda dari biasanya.

Kepala SPPG Yayasan Insan Berlian Sejahtera, Abra Yodara Raya, menjelaskan bahwa indikasi masalah muncul saat proses pemasakan batch kedua. Staf bersama ahli gizi sebelumnya melaporkan adanya ayam yang berbau dan terasa tidak normal.

Untuk memastikan kondisi tersebut, Abra kemudian datang langsung ke dapur dan ikut mencicipi makanan tersebut. Setelah mencicipinya, ia mengaku mengalami muntah sebanyak tiga kali, meski tidak mengalami diare

Namun, Abra menegaskan pihaknya belum menyimpulkan bahwa makanan tersebut menyebabkan keracunan. Sebagai langkah pencegahan, distribusi seluruh makanan dari batch kedua langsung dihentikan.

Menurut pemeriksaan sementara, sekitar 10 persen ayam dalam batch tersebut diperkirakan mengalami masalah. Sementara sekitar 90 persen lainnya dinilai masih dalam kondisi baik. Meski begitu, angka tersebut masih merupakan perkiraan awal.

SPPG kemudian menghubungi seluruh penanggung jawab dan pengemudi yang telah membawa makanan menuju lokasi penerima manfaat untuk segera menariknya kembali. Makanan yang telah ditarik juga tidak disimpan untuk dibagikan di kemudian hari, melainkan dimusnahkan.

Abra mengatakan kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi, terutama dalam proses pemilihan dan pemeriksaan bahan pangan dari pemasok. Pengawasan juga akan diperketat mulai dari penerimaan bahan, proses memasak, pemorsian hingga distribusi.

Produksi MBG dijadwalkan kembali berjalan normal pada Kamis (13/8/2026). SPPG tidak berencana menggandakan jumlah produksi untuk mengganti jatah yang tidak dibagikan pada Rabu.

Akibat penarikan tersebut, sebanyak 94 siswa SD Negeri 2 Jati tidak mendapatkan MBG pada hari itu.

Guru SD Negeri 2 Jati, Roni, mengatakan kendaraan pengantar MBG sempat tiba sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, makanan belum sempat diturunkan ketika petugas meminta kendaraan tersebut kembali.

Pihak sekolah kemudian memberitahukan kepada para siswa bahwa MBG tidak dapat dibagikan pada hari tersebut. Hingga makanan ditarik, tidak ada menu MBG yang sempat dibagikan kepada siswa.

Keputusan menarik makanan tersebut dilakukan SPPG sebagai langkah kehati-hatian agar makanan yang diduga kurang layak tidak sampai dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *