jejakterkini.online – Kelangkaan LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram mulai dikeluhkan warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Stok tabung gas melon tersebut mendadak sulit ditemukan, baik di warung kelontong maupun pangkalan resmi.
Salah seorang warga Kecamatan Makassar, Erni (32), mengaku harus berkeliling ke sejumlah tempat sejak pagi demi mendapatkan LPG 3 kg. Setelah menyisir dua warung kelontong dan pangkalan tanpa hasil, ia baru memperoleh satu tabung tersisa di pasar tradisional pada siang harinya.
Kemarin pagi saya cari di dua warung kelontong kosong, terus saya cari juga di pangkalan kosong juga. Pergi lagi cari siang, saya dapat di pasar itupun sisa satu gasnya,” kata Erni kepada Kompas.com, Senin (7/9/2026).
Erni mengungkapkan, harga yang ditawarkan tidak seperti biasanya di harga Rp 20.000. Gas melon tersebut saat ini dihargai Rp 22.000.
Naik juga harganya jadi Rp 22.000, naik Rp 2.000 karena harganya dulu Rp 20.000,” sebutnya. Keluhan serupa disampaikan warga yang tinggal di perbatasan Gowa-Makassar, Suci Handayani (32).
Ia mengaku dirinya merupakan warga Kabupaten Gowa yang sudah mendatangi beberapa toko kelontong dan agen pangkalan di kawasan Malengkeri hingga Talasalapang, Kota Makassar, namun seluruh stok tercatat kosong.
Tidak dapat sampai sekarang. Rencana saya mau isi cadangan untuk antisipasi, jadi tadi pagi saya cari lagi tapi tidak ada,” kata Suci.
Pemilik pangkalan LPG di Makassar, Taufik (38), menjelaskan bahwa pasokan dari agen Pertamina sebenarnya berjalan normal sesuai jadwal penyaluran tiga kali seminggu, pada Senin, Rabu, dan Jumat, sebanyak 100 tabung per pengiriman.






