jejakterkini.online – Akademisi sekaligus pengamat militer Connie Bakrie Rahakundini menyentil pemerintah yang dinilai belum bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikan Connie melalui video di Instagramnya pada Senin (12/10).
Lantas, Connie menilai, pemimpin yang saat ini menjabat dan tidak mampu menyelesaikan persoalan di Indonesia, termasuk kebakaran di Kalimantan dan Papua.
Oleh sebab itu, Connie menegaskan pejabat saat ini tidak layak dipilih lagi dalam pesta demokrasi pada 2029 lantaran tak bisa menyelesaikan permasalahan karhutla.
Menurutnya, kemampuan menyelesaikan persoalan di berbagai wilayah Indonesia menjadi salah satu tolak ukur bagi seorang pemimpin.
Presiden Prabowo Minta 70 Ribu Polisi Hutan Turun Tangan
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan luas lahan yang masih terbakar di enam provinsi kini tersisa 639,23 hektare.
Prabowo mengaku semula mengira luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mencapai puluhan hingga ratusan ribu hektare.
“Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu, ternyata sudah jauh ya,” ujar Prabowo, Senin (12/10). Menyikapi kondisi tersebut, Prabowo meminta agar kebutuhan 70.000 polisi hutan disampaikan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).
Ia menjelaskan, jumlah tersebut dibutuhkan untuk menjaga hutan-hutan di Indonesia.
Prabowo juga menyoroti jumlah polisi hutan yang tersedia dari Kementerian Kehutanan yang disebut hanya sekitar 20.000 personel.
“Kalau enggak, ya minta dilatihlah oleh polisi atau oleh tentara,” kata Prabowo seraya meminta Kapolri membantu pelatihan polisi hutan.
Ia mengapresiasi kerja keras para panglima, kapolda, serta pejabat daerah dalam menangani karhutla. (Tribun Video)
Foto1:Connie Bakrie Rahakundini kritik pemerintah yang dinilainya belum mampu menangani karhutla).(Tribun Network)
Foto2: Ia menyindir pemimpin yang gagal mengatasi persoalan tersebut agar tidak dipilih kembali pada 2029.(Tribun Network)








