jejakterkini.online – Senin sore 22/6/2026, kawasan Senayan kembali riuh. Ratusan massa PB PMII tumpah ke depan Gedung DPR/MPR RI buat gelar aksi. Tuntutan utama mereka jelas: evaluasi total kinerja menteri Kabinet Merah Putih yang dinilai belum nendang buat kesejahteraan rakyat.
Sekitar pukul 15.35 WIB, Jalan Gatot Subroto udah penuh lautan biru-kuning. Mahasiswa long march dari GBK, bawa tiga bendera raksasa PMII dan spanduk gede bertulis “Evaluasi Total Kabinet Merah Putih”. Mobil komando terus putar lagu perjuangan, sementara orator gantian kritik pejabat yang disebut monopoli anggaran triliunan buat segelintir orang. Aksi teatrikal tandu jenazah bambu bercoret pilox merah juga dibawa, jadi simbol matinya keadilan. Lalu lintas Gatot Subroto pun sempat macet panjang sebelum massa kumpul di gerbang DPR pukul 15.48 WIB.
PB PMII bawa tiga alasan turun ke jalan. Pertama, program MBG alias Makan Bergizi Gratis dinilai belum nyentuh kebutuhan real warga dan masih seremonial. Kedua, kasus korupsi masih marak padahal Kabinet Merah Putih diharapkan bersih-bersih. Ketiga, proses bikin UU di DPR dianggap cuma formalitas, minim partisipasi publik yang beneran bermakna.
Dari situ muncul tiga tuntutan resmi. Mereka minta pemerintahan bersih dan hukum adil tanpa pandang bulu. Desak pemerintah buka ruang partisipasi publik seluas-luasnya biar UU nggak cuma buat elit. Terakhir, pemerintah diminta bangun komunikasi dua arah yang serius dengerin suara rakyat bawah.







