jejakterkini.online – Pemerintah berencana menambah lebih dari 13.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, dapur-dapur ini tidak akan dibuka secara serentak di semua wilayah.
Daerah dengan angka stunting tinggi akan menjadi prioritas utama.
Tahap pertama: Papua Pegunungan dan Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan target operasional dapur rampung dalam satu bulan ke depan.
Tahap kedua: wilayah 3T lainnya, termasuk kawasan Sumatra dan Jawa, yang ditargetkan membutuhkan waktu sekitar dua bulan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah juga akan kembali mendata penerima manfaat MBG.
Sebab, tidak semua sekolah merasa membutuhkan program tersebut.
“Misalnya SMA-SMA yang bagus, ya tidak apa-apa. Bukan berarti kita tidak berikan, tapi memang itu bagian dari anak-anak kita yang sudah merasa cukup dan sudah punya kemampuan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono memastikan daerah dengan kebutuhan gizi tinggi menjadi prioritas.
“Berdasarkan data itu kami cek mana kalau sudah ada dapur yang memang sudah dibangun segera untuk kami bisa operasionalkan,” kata Sudaryono.







