jejakterkini.online – Seorang pria ditemukan tak bernyawa di depan klinik kecantikan di Kebayoran Baru. Kejaksaan Agung bilang dia bukan siapa-siapa. Tapi polisi justru menaikkan kasusnya ke penyidikan pembunuhan berencana.
Namanya Sutrimo, diduga kepala rumah tangga di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, yang kini terjerat kasus dugaan pencucian uang. Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin memastikan, sudah 24 saksi diperiksa. Kejagung, lewat Kapuspenkum Anang Supriatna, buru-buru menegaskan Sutrimo tak masuk daftar saksi kasus itu. Tapi keluarga curiga kematiannya tidak wajar. Jenazah yang sempat diikhlaskan, kini akan dibongkar paksa lewat ekshumasi, Rabu ini, di Banyumas.
Semakin keras dibantah punya kaitan, semakin keras pula publik bertanya-tanya: kenapa harus dibantah secepat itu?
Ada mayat yang bicara lebih jujur dari pernyataan pers manapun — tinggal tunggu ekshumasi membuka mulutnya.







