jejakterkini.online – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan mempererat persatuan di wilayah Kabupaten Gowa, Kodim 1409/Gowa bekerja sama dengan Staf Intelijen Angkatan Darat (Sintelad) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Pencegahan Konflik Sosial di Aula Makodim 1409/Gowa, Jl. Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Peran Seluruh Komponen Masyarakat Dalam Mencegah Konflik di Wilayah Kodim 1409/Gowa” ini dipimpin oleh Ketua Tim Sintelad, Letkol Arm Dwi Sutaryo, S.E., M.Han. (Pabandya 2 Dalwasproggar Spaban I/Ren Sintelad), didampingi Komandan Kodim (Dandim) 1409/Gowa, Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi.
Acara ini turut dihadiri jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan. Di antaranya Pabanda Gal Sintendam XIV/Hsn Mayor Inf Rudi, Pasi Inteldim 1409/Gowa Kapten Cba Edi Sudarsono, Kanit II Reskrim Polresta Gowa Ipda Syamsul Bahri, S.H., Danunit Inteldim Letda Arh Amir Said, Ketua MUI Kab. Gowa KH. Abu Bakar Paka, Kabid Wasnas Kesbangpol Kab. Gowa Aras Hasibuan Saham, S.E., M.Si., Ketua Elang Komando H. Afdal, Ketua FKPPI Kab. Gowa Srd. Rasak, serta jajaran Jaring Inteldim 1409/Gowa.
Dalam sambutannya, Dandim 1409/Gowa Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi menyampaikan bahwa situasi di Kabupaten Gowa saat ini berada dalam kondisi aman dan kondusif. Meski demikian, pembinaan komunikasi secara berkelanjutan sangat krusial agar iklim kondusif tersebut tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar.
“Kami berharap materi yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat diserap dan diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sinergi antara TNI, instansi terkait, dan seluruh komponen masyarakat semakin solid,” tegas Letkol Inf Gilang.
Sementara itu, Letkol Arm Dwi Sutaryo, S.E., M.Han., saat membacakan amanat Asintel Kasad, menekankan pentingnya peran reflektif dan tindakan strategis seluruh elemen bangsa dalam mengantisipasi potensi kerawanan sosial. Di tengah dinamika keterbukaan sosial dan demokrasi, deteksi dini serta kewaspadaan harus terus ditingkatkan.
“Mencegah konflik sosial adalah langkah strategis demi menjaga keutuhan NKRI. Kami mengimbau seluruh komponen masyarakat untuk senantiasa bekerja sama, menjaga persatuan, dan segera berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila menemukan hal-hal yang memicu potensi konflik di wilayah masing-masing agar dapat diselesaikan secara cepat dan bijak,” tegas Letkol Arm Dwi Sutaryo.







