1.900 Pegawai Kemensos Diduga Main Judol, Gus Ipul: Sebagian Pakai Uang Kantor, Transaksi Tertinggi Capai Rp2 Miliar

Berita19 Views

jejakterkini.online – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkap 1.900 pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) diduga terindikasi bermain judi online (judol).

 

Berdasarkan penelusuran terbaru Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sebagian pegawai bahkan diduga menggunakan uang kantor untuk berjudi.

 

“Kami sedang telusuri informasi dari PPATK yang mengindikasikan ada lebih dari 1.900 pegawai di lingkungan Kementerian Sosial yang terindikasi main judi online. Bahkan, sebagian sudah kita temukan menggunakan uang kantor. Ini sungguh-sungguh sangat memprihatinkan,” kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

 

Temuan tersebut kini didalami Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemensos. Gus Ipul menyebut nilai transaksi judol pegawai sangat beragam, mulai dari nominal kecil hingga mencapai angka fantastis.

 

“Kami tahu angka-angka rupiahnya yang digunakan untuk judi online oleh pegawai Kementerian Sosial. Ada jumlahnya yang sangat fantastis, mengejutkan, tapi ada yang terkesan coba-coba,” ujarnya.

 

Identifikasi sementara menunjukkan transaksi judol tertinggi mencapai lebih dari Rp2 miliar. Sementara itu, rata-rata transaksi tercatat sekitar Rp4 juta.

 

“Ada sampai di atas Rp 2 miliar, kalau saya tidak salah. Tapi, kalau rata-ratanya sekitar Rp 4 juta lebih lah rata-ratanya,” ungkap Gus Ipul.

 

Gus Ipul mengatakan data tersebut masih dalam pendalaman Irjen, termasuk untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan masing-masing pegawai.

 

“Ada juga yang dimanfaatkan oleh keluarganya, tetapi itu terekam dengan baik. Karena itu saya meminta para pimpinan unit melakukan pengawasan dan pembinaan,” ucapnya.

 

Ia mengingatkan seluruh pegawai untuk menjaga kepercayaan negara dan tidak terlibat dalam penyimpangan. Pelanggaran yang terbukti nantinya akan ditindak sesuai ketentuan.

 

“Sudah diberi kesempatan oleh negara, diberikan kesempatan menjadi ASN, tapi terlibat satu kegiatan yang tidak semestinya. Jika nanti ditemukan pelanggaran, tentu akan diambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Gus Ipul. (AM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *