Jejakterkini.Online Makassar-Senin 19 Januari 2026 -Polda Sulawesi Selatan melalui tim Dokkes dan Disaster Victim Identification (DVI) terus melakukan penanganan dan proses identifikasi korban kecelakaan pesawat yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan pada Sabtu lalu.
Hal ini disampaikan dalam Press Release di Media Center Bayangkara Polda Sulsel yang dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto, S.I.K., M.H., didampingi Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol dr. Wahyu Hidayati, Sp.F, MARS, serta Kabiddokkes Polda Sulsel dr. Muhammad Haris, MARS, Qhia.
Dalam keterangannya, Kombes Pol Didik menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta meminta doa masyarakat agar tim di lapangan dapat menyelesaikan tugas pencarian dan identifikasi dengan baik.
Hingga saat ini, tim DVI Polda Sulsel bersama tim DVI Mabes Polri, Bareskrim Polri, serta dukungan Basarnas telah mengumpulkan data antemortem dari 8 keluarga korban, sementara 2 keluarga lainnya masih dalam proses pendataan. Berdasarkan manifest maskapai dan keterangan Kementerian Perhubungan, total korban berjumlah 10 orang, terdiri atas 7 kru pesawat dan 3 penumpang.

Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol dr. Wahyu Hidayati menjelaskan bahwa proses identifikasi akan dilakukan melalui pencocokan data antemortem (data sebelum meninggal) dengan postmortem (hasil pemeriksaan jenazah) setelah Basarnas menyerahkan temuan di lokasi kejadian.
“Jika kondisi jenazah relatif utuh dan memiliki ciri khusus seperti behel, tato, atau identitas visual yang jelas, proses identifikasi bisa lebih cepat. Namun jika kondisinya tidak lengkap, kami harus menggunakan metode DNA yang dapat memakan waktu hingga dua minggu,” jelas dr. Wahyu.
Polda Sulsel menegaskan bahwa pengambilan sampel DNA tidak dilakukan di lokasi kejadian (TKP), melainkan di tempat pemeriksaan jenazah agar tercatat dengan baik dan sesuai prosedur ilmiah serta hukum.
Tim DVI juga melakukan pendekatan jemput bola, mendatangi keluarga korban di berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bekasi, bekerja sama dengan Bidokkes Polda setempat.
Beberapa keluarga difasilitasi maskapai untuk datang ke Makassar, sementara sebagian lainnya telah memberikan data dari daerah asal.
Kabiddokkes Polda Sulsel, dr. Muhammad Haris, menegaskan bahwa Polda belum menerima penyerahan jenazah dari Basarnas hingga saat ini, sehingga pemeriksaan postmortem belum dapat dimulai.
“Kami menunggu penyerahan dari Basarnas. Setelah itu, kami akan segera melakukan identifikasi dan mencocokkan dengan data keluarga korban. Hasilnya akan disampaikan secara resmi dan bertanggung jawab,” ujar dr. Haris.
Polda Sulsel berkomitmen memastikan proses identifikasi berjalan transparan, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, serta bermanfaat bagi keluarga korban untuk keperluan administrasi, termasuk klaim asuransi.
Perkembangan terbaru akan disampaikan secara berkala kepada publik dan media setelah ada penyerahan resmi temuan dari Basarnas.







