KDM Wacanakan Tes Urine Seluruh Siswa SMA/SMK di Jabar untuk Cegah Kecanduan Obat Terlarang

Berita25 Views

jejakterkini.online – ‎Langkah tersebut disiapkan untuk mendeteksi sejak dini pelajar yang terindikasi menyalahgunakan atau mengalami ketergantungan obat-obatan terlarang.

Dua pelaku berinisial FS dan LHZ diketahui telah mengonsumsi obat sediaan farmasi seperti tramadol dan heximer sejak duduk di kelas XI SMK.

‎Keduanya disebut nekat melakukan aksi pembegalan untuk mendapatkan uang yang kemudian digunakan membeli obat-obatan tersebut.

‎Dedi Mulyadi mengatakan, pemeriksaan akan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pelajar yang mengonsumsi atau mengalami ketergantungan terhadap obat sediaan farmasi.

‎“Tes tersebut dilakukan untuk pengujian dan mendeteksi penyalahgunaan atau ketergantungan obat sediaan farmasi,” ujar Dedi saat menghadiri konferensi pers pengungkapan kasus begal di Mapolres Subang, Senin (10/8/2026).

‎Menurutnya, deteksi dini penting dilakukan agar pelajar yang sudah mengalami ketergantungan dapat segera mendapatkan penanganan. Mereka yang dinyatakan kecanduan nantinya akan diarahkan menjalani rehabilitasi.

‎“Nanti yang sudah kecanduan obat sediaan farmasi akan kita kirim ke rehab. Sehingga para pelajar yang kecanduan bisa diselamatkan sejak dini,” kata Dedi.

‎Ia berharap langkah tersebut dapat mencegah kasus serupa terulang di kemudian hari, sekaligus melindungi generasi muda dari dampak buruk penyalahgunaan obat.

‎Selain menyasar pelajar, Dedi juga meminta seluruh elemen masyarakat ikut mengawasi peredaran obat terlarang di lingkungan masing-masing.

‎Ia secara khusus meminta kepala desa, RT, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa memperketat pengawasan terhadap warung-warung yang berpotensi menjadi tempat peredaran obat terlarang maupun minuman keras.

‎“Awasi dan periksa warung-warung di desa, pastikan tidak menjual miras dan obat-obatan terlarang,” tegasnya.

‎Dedi juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai usaha yang terlihat seperti warung kopi, tetapi diduga digunakan sebagai kedok untuk menjual obat sediaan farmasi.

‎Bahkan, KDM menegaskan akan mengevaluasi pemberian bantuan kepada desa yang dinilai tidak mampu menjaga keamanan lingkungannya dari peredaran obat terlarang.

‎“Kades, RT harus menjadi pelopor pemberantasan obat terlarang di lingkungannya. Jangan takut melawan dan berantas bersama warga masyarakat,” pungkasnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mewacanakan pemeriksaan urine bagi seluruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *