Kapolres Bone Terima Aspirasi Mahasiswa 21 SPBU Disorot soal BBM Subsidi

Berita4 Views

jejakterkini.online – Kapolres Bone AKBP Astoto Budi Rahmantyo menerima langsung aksi unjuk rasa yang digelar PMII Cabang Bone, DEMA IAIN Bone, dan Forum Aktivis Milenial di Mapolres Bone, Jumat (21/8/2026).

Aksi tersebut menyoroti dugaan penyalahgunaan dan kelangkaan BBM bersubsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Bone, distribusi LPG 3 kilogram, serta penanganan kasus penganiayaan di Polsek Salomekko.

Dalam dialog bersama massa aksi, AKBP Astoto Budi Rahmantyo mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap persoalan distribusi BBM dan LPG subsidi di Kabupaten Bone.

Kapolres mengatakan, persoalan tersebut telah menjadi perhatian kepolisian sejak dirinya bertugas di Bone.

“Kami telah melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan penyaluran BBM bersubsidi serta penggunaan Gas LPG 3 kilogram di wilayah hukum Polres Bone,” jelasnya.

Polres Bone juga melakukan pengawasan terhadap penerapan rekomendasi dan penggunaan barcode dalam pembelian BBM bersubsidi.

Dari hasil pengecekan, sebanyak 21 SPBU di Kabupaten Bone ditemukan mengalami antrean dengan berbagai persoalan, mulai dari penggunaan jeriken, surat rekomendasi, hingga barcode.

“Sekitar dua hari lalu saya sudah perintahkan seluruh Polsek jajaran untuk mengawal masing-masing SPBU minimal ada dua personel,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran personel kepolisian tidak hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya antrean panjang di SPBU.

“Intervensi dilakukan untuk meminimalisir antrean panjang. Dan pengurus di 21 SPBU ini telah dipanggil,” ujar Astoto.

Para pengurus SPBU, kata dia, diminta mengatur waktu pengisian BBM agar seluruh masyarakat dapat terlayani dengan baik serta memastikan pelayanan berjalan sesuai prosedur.

Kapolres Bone juga meminta massa aksi dan masyarakat ikut membantu kepolisian mengawasi distribusi BBM bersubsidi.

Ia meminta setiap dugaan pelanggaran yang ditemukan di lapangan segera dilaporkan dengan disertai data dan bukti yang jelas.

“Ayo laporkan, tapi harus berbasis data. Teman-teman tinggal kasih bukti, tunjukkan, saya yang sikat, saya tidak ada kepentingan di sini,” tegasnya.

AKBP Astoto Budi Rahmantyo juga mengingatkan masyarakat agar dalam melakukan pengisian BBM bersubsidi tetap mematuhi seluruh ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *