GEGER! Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang Tumbang Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Ditemukan Ulat Hingga Ayam Berdarah!

Berita8 Views

jejakterkini.online – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya membawa manfaat kesehatan justru berujung kepanikan di SMKN 6 Semarang. Sekitar 690 siswa dilaporkan bertumbangan dengan keluhan mulai dari pusing, lemas, sakit perut, diare, mual, hingga muntah-muntah hebat. Diduga kuat, ratusan pelajar ini mengalami keracunan massal!

Penemuan Mengejutkan di Menu Makanan

Kecurigaan berawal dari menu ayam rendang dan sayur daun singkong yang disantap para siswa pada Kamis malam.

Efeknya mulai menyebar luas pada Jumat pagi (31/7/26) ketika para siswa saling menanyakan kondisi kesehatan mereka. Berdasarkan pengakuan mengejutkan dari seorang siswa kelas XII, kondisi makanan tersebut diduga menjadi biang keroknya.

“Ayam rendangnya di dalam seperti belum matang dan masih ada bagian merahnya. Teman kami juga menemukan ulat di daun singkong,” ungkap siswa tersebut.

Kondisi siswa yang bervariasi—mulai dari mulas ringan hingga muntah, lemas, dan butuh infus—membuat pihak sekolah mengambil langkah cepat. Siswa yang sakit diminta segera merapat ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sekitar pukul 10.30 WIB.

Klarifikasi Sekolah: Data Korban Bisa Bertambah

Kepala SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra, membenarkan bahwa angka 690 siswa tersebut adalah data sementara yang dihimpun secara daring pada hari Jumat.

“Data yang masuk baru sekitar 690-an dan masih terus kami himpun,” tegas Berti. Ia menekankan bahwa sekolah masih terus berkomunikasi dengan siswa dan orang tua, sehingga jumlah siswa terdampak masih sangat mungkin berubah.

Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Meski kesaksian siswa tentang daging ayam kemerahan dan ulat di sayuran menjadi sorotan utama, status kejadian ini secara medis dan hukum masih berupa dugaan keracunan.

Hingga saat ini, belum ada hasil resmi yang memastikan bahwa menu MBG adalah penyebab tunggal insiden ini. Kehadiran Dinas Kesehatan sangat dinantikan untuk memeriksa kondisi medis para siswa sekaligus menguji sampel makanan di laboratorium demi memastikan ada tidaknya cemaran berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *