jejakterkini.online – Roda berputar nasib seseorang memang tidak ada yang tahu. Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan (LMI), perwira tinggi Polri dengan rekam jejak karier yang sangat mentereng, kini harus menghadapi kenyataan pahit. Setelah lebih dari 30 tahun mengabdi di institusi kepolisian, alumnus Akabri 1994 ini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus korupsi proyek food tray (ompreng) pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025–2026.
Siapakah sebenarnya sosok Brigjen Lalu Muhammad Iwan? Berikut adalah profil singkat sang jenderal yang kini harus mendekam di Rutan Salemba:
Berpengalaman di Korps Brimob & Jabatan Strategis
Perwira tinggi kelahiran Nusa Tenggara Barat, 22 Januari 1972 ini mengawali sepak terjangnya di Korps Brimob dengan penugasan di Kalimantan Barat. Berkat dedikasi dan kepemimpinannya, ia dipercaya menempati berbagai posisi strategis kewilayahan di Metro Jaya, termasuk menjadi Kapolsek Metro Jagakarsa, Kelapa Gading, Penjaringan, Setiabudi, hingga menjabat Kapolres Dharmasraya di Polda Sumbar.
Berprestasi di Kancah Nasional & Internasional
Tak hanya jago di lapangan, Brigjen Iwan merupakan lulusan PTIK dan Sespimmen yang haus akan ilmu. Ia tercatat pernah menempuh kedinasan dan pelatihan di Italia, Thailand, hingga belajar bahasa Mandarin langsung di Beijing. Di kancah nasional, ia dipercaya menjadi liaison officer (LO) ASEAN Games 2018, LO Polri untuk KPU RI, hingga mengamankan Pemilu Jepang pada 2019.
Tersandung di Ujung Karier
Sayangnya, karier cemerlang sang jenderal yang baru saja pecah bintang ini harus tercoreng. Kejagung menemukan alat bukti cukup bahwa saat menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), ia diduga mematok harga sepihak dalam pengadaan wadah makanan lewat perusahaan boneka demi meraup keuntungan pribadi.







